Nils Liedholm Kenang Kejayaan Legenda Swedia di AC Milan dan AS Roma

Nils Liedholm Kenang Kejayaan Legenda Swedia di AC Milan dan AS Roma
Foto: Ilustrasi Nils Liedholm Kenang Kejayaan Legenda Swedia di AC Milan dan AS Roma.

Nils Liedholm mencatatkan namanya sebagai salah satu talenta terbaik Swedia pada era keemasan sepak bola tahun 1950-an. Sosok gelandang ini dikenal memiliki gaya bermain yang elegan namun sangat mematikan di depan gawang lawan.

Dilansir dari Suara, efektivitas permainan Liedholm terlihat dari torehan 127 gol yang dihasilkan dari total 477 penampilan. Bakat luar biasa ini sudah terendus sejak ia berusia 9 tahun hingga akhirnya berlabuh di IFK Norrkoping pada tahun 1946.

Karier Liedholm mencapai puncak kejayaan saat merumput di kompetisi Italia bersama AC Milan. Di klub tersebut, ia menjadi motor penggerak dari trio legendaris asal Swedia yang populer dengan sebutan 'Gre-No-Li' bersama Gunnar Gren dan Gunnar Nordahl.

Selama membela Rossoneri, Liedholm berhasil menyumbangkan empat trofi Serie A bagi lemari juara klub. Ia juga hampir membawa Milan meraih kejayaan di level Eropa pada turnamen Piala Champions musim 1957-58.

Meski AC Milan menderita kekalahan 2-3 dari Real Madrid di babak final, performa mereka mengundang kekaguman luar biasa. Alfredo Di Stefano bahkan memberikan pengakuan khusus atas kualitas permainan Milan pada laga tersebut.

"Milan lebih layak menjadi juara," kata Di Stefano. Sebagai bentuk rasa hormat yang mendalam, bintang Real Madrid itu secara khusus meminta untuk bertukar kostum dengan Liedholm setelah pertandingan berakhir.

Di kancah internasional, peran Liedholm sangat krusial saat tim nasional Swedia menyabet medali emas dalam Olimpiade 1948. Namanya semakin harum ketika ia dipercaya menjadi kapten tim pada ajang Piala Dunia 1958.

Bertindak sebagai tuan rumah, Liedholm memimpin rekan-rekannya menembus partai final untuk menantang tim nasional Brasil. Meskipun sempat mencetak gol pembuka pada menit keempat, Swedia harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor akhir 2-5.

Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain, kesuksesan Liedholm terus berlanjut di dunia kepelatihan. Ia berhasil membawa klub Verona dan Varese naik kelas dengan mendapatkan promosi ke kompetisi kasta tertinggi, Serie A.

Liedholm kemudian kembali ke AC Milan sebagai juru taktik dan mempersembahkan gelar juara liga pada musim 1978-79. Puncak prestasinya sebagai pelatih terukir manis saat menangani AS Roma dengan meraih gelar Serie A 1982-83 dan tiga trofi Coppa Italia.

Warisan kebesaran Nils Liedholm tetap abadi bagi publik sepak bola Swedia meski telah berlalu puluhan tahun. Di tanah kelahirannya, Valdemarsvik, sebuah turnamen sepak bola usia muda diselenggarakan dengan menggunakan namanya sebagai bentuk penghormatan.

Artikel terkait

Rekomendasi