Nilai Tukar Rupiah Lemah, DPR Minta Kebijakan Nyata Bank Indonesia

Nilai Tukar Rupiah Lemah, DPR Minta Kebijakan Nyata Bank Indonesia
Foto: Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah Lemah, DPR Minta Kebijakan Nyata Bank Indonesia.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. ANTARA/HO-Komisi XI DPR RI/am.

JAKARTA,investor.id ÔÇô Nilai tukar rupiah sudah mengalami pelemahan secara beruntun bahkan kini sudah menyentuh Rp17.500. Upaya mengantisipasi pelemahan nilai tukar tersebut tidak bisa dilakukan hanya dengan menghadirkan pernyataan yang seolah menenangkan publik. Saat ini pelaku pasar menanti kebijakan nyata dari Bank Indonesia dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas kurs dan meningkatkan ekspektasi investor.

Ketua Komisi XI DPR Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait rupiah harus dilihat sebagai upaya untuk menjaga psikologi publik. Kendati demikian, pelaku ekonomi tetap harus diberikan kepastian agar mereka tidak meragukan kondisi stabilitas nilai tukar rupiah.

ÔÇ£Oleh karena itu, Bank Indonesia harus segera melakukan upaya stabilisasi secara konkret agar memberikan kembali rupiah pada penguatan yang memadai. Karena Gubernur Bank Indonesia (Perry Warjiyo) sendiri sudah menyampaikan bahwa rupiah undervalued,ÔÇØ ucap Misbakhun pada Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan data Bloomberg nilai tukar rupiah sudah mencapai Rp17.596 per dolar Amerika Serikat (AS) per Jumat (15/5/2026). Angka ini berada di bawah asumsi rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Dia mengatakan pernyataan Presiden Prabowo tentang soal rupiah melemah dan dolar AS menguat merupakan upaya untuk menjaga ekspektasi publik. Penggunaan dolar AS lebih banyak dilakukan oleh masyarakat yang rutin melakukan perjalanan ke luar negeri dan masyarakat yang rutin menjalankan transaksi dengan mata uang asing.

ÔÇ£Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,ÔÇØ tutur dia.

Misbakhun mengatakan BI harus menjalankan pesan penting dari presiden yaitu pengendalian nilai tukar rupiah harus dilakukan secara optimal. Dalam hal ini rupiah harus tetap berada sesuai dengan nilai seharusnya.

ÔÇ£Karena akan banyak memberikan pengaruh kepada masyarakat-masyarakat yang selama ini menggunakan dolar dalam transaksi,ÔÇØ terang dia.

Dia menyoroti tentang terjadinya pelemahan rupiah di tengah fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga. Dalam hal ini , Bank Indonesia harus menjalankan kebijakan strategis untuk mengembalikan kondisi nilai tukar rupiah sesuai fundamental. Kini pelemahan nilai tukar rupiah sudah menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut juga mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap kinerja bank sentral.

ÔÇ£Kalau ini berkepanjangan terus menerus bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada institusi Bank Indonesia karena dianggap tidak bisa menjaga atau mempertahankan nilai tukar rupiah pada posisi yang sebenarnya,ÔÇØterang Misbakhun.

Kondisi nilai tukar tersebut mendapat sorotan, bila pelemahan terjadi dalam jangka waktu, dikhawatirkan akan terjadi krisis moneter seperti tahun 1998. Bahkan nila tukar Rp17.500 ini menjadi yang terlemah sepanjang masa. Namun Misbakhun menilai kondisi perekonomian saat ini sudah jauh lebih baik dari periode krisis tersebut.

ÔÇ£Nah inilah yang harus dijaga oleh Bank Indonesia walaupun situasi sekarang sangat berbeda dengan tahun 1998. Fundamental kita sangat kuat saat ini dan struktur ekonomi kita juga jauh lebih kuat dibandingkan periode-periode tersebut,ÔÇØ tutur Misbakhun.

Sebelumnya Presiden Prabowo mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi tidak akan berdampak ke kehidupan masyarakat desa. Lantaran dia melihat transaksi yang terjadi di desa lebih banyak dilakukan dengan menggunakan rupiah.

ÔÇ£Mau dolar berapa ribu kek, Kan kalian(penduduk desa) di desa-desa gak pakai dolar. Yang pusing itu, yang suka keluar negeri,ÔÇØ tutur Prabowo.

Prabowo mengatakan meski terjadi pelemahan nilai tukar rupiah tetapi fundamental perekonomian tetap terjaga. Hal ini yang akan menyokong keberlanjutan perekonomian Indonesia. Namun juga menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus bersinergi untuk meningkatkan laju perekonomian.

ÔÇ£Percaya ekonomi kita kuat fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa? Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,ÔÇØ kata Prabowo.

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Artikel terkait

Rekomendasi