Kendaraan dengan muatan berlebih berisiko tinggi mengalami kegagalan sistem pengereman atau rem blong saat melintasi turunan panjang atau perjalanan jarak jauh. Kejadian ini disebabkan oleh sistem pengereman yang dipaksa bekerja jauh lebih berat, seperti dilansir dari Otomotif pada Senin (18/5/2026).
Beban kendaraan yang melampaui kapasitas memaksa rem menyerap energi yang jauh lebih besar ketika memicu perlambatan atau menghentikan laju mobil. Akibatnya, suhu pada komponen pengereman akan meningkat secara drastis.
Pemilik Dokter Mobil, Lung Lung menjelaskan bahwa kondisi kelebihan muatan tersebut secara langsung memicu kenaikan suhu ekstrem pada sistem pengereman kendaraan.
ÔÇ£Kalau kendaraan overload, kerja rem jadi jauh lebih berat. Energi kinetik yang harus diubah jadi panas itu makin besar. Akibatnya rem cepat panas dan bisa mengalami brake fading,ÔÇØ kata Lung Lung, pemilik Dokter Mobil.
Fenomena brake fading ini menyebabkan daya cengkeram kampas rem menurun drastis karena suhu komponen yang terlampau tinggi. Efek pengereman tidak akan maksimal meskipun pengemudi sudah menginjak pedal rem dalam-dalam.
Masalah penurunan daya cengkeram ini sering kali mengintai kendaraan yang dipaksa mengangkut muatan melebihi kapasitas, terutama saat melewati jalanan menurun yang membutuhkan pengereman terus-menerus.
ÔÇ£Biasanya ditandai muncul bau gosong dari rem. Kalau sudah begitu, sebaiknya kendaraan segera istirahat supaya suhu rem turun dulu,ÔÇØ ujar Lung Lung.
Kondisi rem yang panas tersebut tidak boleh langsung disiram dengan air oleh pengemudi. Perubahan suhu yang terjadi secara mendadak justru berisiko merusak material logam pada komponen rem.
ÔÇ£Kalau rem panas jangan langsung disiram air, karena material logamnya bisa kaget. Piringan rem bisa pecah atau bengkok,ÔÇØ kata Lung Lung.
Oleh karena itu, peningkatan spesifikasi sistem pengereman sangat disarankan bagi pemilik kendaraan yang intensitas penggunaannya sering membawa beban berat. Pengemudi juga diimbau untuk selalu memanfaatkan engine brake dan menghindari penggunaan pedal rem secara terus-menerus di jalan menurun.