Mantan Presiden Inter Milan Massimo Moratti menegaskan bahwa klub berjuluk Nerazzurri tersebut tidak pernah mendapatkan bantuan dari pengadil lapangan di tengah kegaduhan skandal wasit yang melanda sepakbola Italia pada musim 2024/2025.
Pernyataan ini muncul merespons investigasi terhadap Gianluca Rocchi, Kepala Wasit Serie A dan Serie B, atas dugaan keterlibatan dalam kasus kecurangan olahraga, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Rocchi diduga melakukan intervensi dengan mengganti wasit yang dianggap tidak disukai oleh pihak Inter Milan untuk pertandingan tandang di markas Bologna. Namun, informasi terkini menunjukkan tidak ada pertemuan antara Rocchi dengan jajaran eksekutif klub tersebut.
"Saya tidak terlalu mengikuti kasusnya, tapi kelihatannya lebih ke pertarungan kecil di antara wasit dan tidak ada hubungannya dengan klub. Saya tidak melihat ada perbandingan dengan calciopoli," ujar Moratti, mantan Presiden Inter Milan.
Moratti menjelaskan pengalamannya selama memimpin klub yang selalu menjaga jarak dengan para pengadil karena menyadari besarnya pengaruh mereka terhadap hasil pertandingan.
"Saya dulu takut dan respek kepada wasit, karena mereka bisa menentukan nasib tim saya, khususnya mengingat di seberang sana ada Juventus. Saya masih membayangkan ini adalah profesi yang sulit, dan sebagai konsekuensinya saya tidak pernah bicara dengan mereka," kata Moratti.
Pria yang menjabat saat Inter menerima gelar juara musim 2005/2006 pasca sanksi pengurangan poin Juventus tersebut menekankan objektivitas dalam setiap pertandingan yang dijalani timnya.
"Melihat pertandingan, asya tidak melihat ada yang tidak seimbang. Inter tidak pernah dapat bantuan, tidak ketika mereka menang dan tidak ketika mereka kalah. Kesalahan wasit bisa terjadi, dan seringnya kesalahan serius, tapi hal-hal seperti ini selalu terjadi," tutur Moratti.