Moody's Revisi Outlook Bank Permata Menjadi Stabil dan Naikkan Peringkat BCA

Moody's Revisi Outlook Bank Permata Menjadi Stabil dan Naikkan Peringkat BCA
Foto: Ilustrasi Moody's Revisi Outlook Bank Permata Menjadi Stabil dan Naikkan Peringkat BCA.

Moody's Ratings secara resmi telah mengonfirmasi penetapan peringkat kredit PT Bank Permata Tbk. (BNLI) pada posisi Baa1. Selain itu, lembaga pemeringkat internasional ini juga melakukan revisi terhadap prospek atau outlook bank tersebut dari sebelumnya negatif menjadi stabil.

Perubahan profil kredit ini, seperti dikutip dari Finansial, mencakup pula dipertahankannya peringkat simpanan jangka panjang dan pendek, baik dalam mata uang asing maupun lokal, pada level Baa1/P-2. Moody's juga menetapkan peringkat risiko counterparty di posisi A3/P-2 serta Counterparty Risk Assessment (CRA) pada A3(cr)/P-2(cr).

Indikator CRA tersebut merefleksikan ketangguhan bank dalam memenuhi komitmen kepada mitra institusi keuangan saat menghadapi kondisi tekanan ekonomi. Peringkat A3(cr) mengindikasikan risiko gagal bayar jangka panjang yang minim, sementara P-2(cr) menunjukkan kemampuan yang cukup dalam menangani kewajiban jangka pendek.

Penyesuaian outlook Bank Permata ini merupakan dampak langsung dari revisi serupa terhadap induk usahanya, Bangkok Bank Public Company Limited. Langkah ini mengikuti perubahan prospek pemerintah Thailand yang saat ini berada di level Baa1 dengan status stabil.

Analis Moody's melihat adanya probabilitas dukungan yang sangat tinggi dari Bangkok Bank terhadap Bank Permata. Sinergi yang kuat ini secara efektif mampu mendongkrak profil kredit bank satu tingkat di atas Baseline Credit Assessment (BCA) miliknya.

Lebih lanjut, Moody's memutuskan untuk menaikkan BCA Bank Permata menjadi baa2 dari posisi baa3. Keputusan kenaikan ini didasarkan pada kondisi permodalan yang dinilai sangat kokoh serta ketersediaan cadangan kerugian kredit yang masif untuk memitigasi risiko kualitas aset.

Kinerja Keuangan dan Indikator Likuiditas

Data keuangan hingga akhir periode 2025 menunjukkan rasio tangible common equity terhadap risk-weighted assets berada di angka 25,0%. Di sisi lain, tingkat likuiditas inti bank tercatat mencapai persentase 32,1%.

Meskipun demikian, sektor kualitas aset tetap menjadi poin yang diawasi secara ketat oleh lembaga pemeringkat. Rasio kredit bermasalah atau stage 3 loan tercatat mengalami perbaikan tipis ke level 2,8%.

Namun, terdapat indikasi peningkatan pembentukan kredit bermasalah baru yang dipicu oleh tekanan ekonomi pada segmen ritel. Moody's memproyeksikan adanya potensi pelemahan kualitas aset dalam rentang waktu 12 hingga 18 bulan mendatang akibat tantangan domestik.

Proyeksi Profitabilitas dan Margin Bunga

Dari sisi pendapatan, laba bank diperkirakan akan mengalami sedikit tekanan pada tahun mendatang. Indikator Return on Assets (ROA) diprediksi terkoreksi ke kisaran 1,2% pada 2026, turun dari angka 1,3% pada tahun 2025.

Penurunan ini disebabkan oleh hilangnya keuntungan dari penjualan surat berharga yang bersifat oportunistik serta adanya kenaikan pada biaya kredit. Meski begitu, Margin Bunga Bersih atau Net Interest Margin (NIM) diperkirakan tetap stabil berkat ekspansi ke kredit dengan imbal hasil tinggi.

Peringkat Bank Permata saat ini tidak mendapatkan tambahan dukungan dari pemerintah Indonesia. Hal ini dikarenakan profil kredit bank, setelah memperhitungkan sokongan dari induk usaha, telah melampaui peringkat sovereign atau peringkat negara.

Beberapa faktor kunci yang akan terus memengaruhi peringkat BNLI di masa depan meliputi stabilitas dukungan induk usaha, ketahanan permodalan, dan manajemen kualitas aset. Peringkat berisiko turun jika terjadi penurunan modal yang signifikan atau pemburukan kualitas aset di luar ekspektasi.

Artikel terkait

Rekomendasi