Penyerang Liverpool Mohamed Salah mendesak timnya untuk mengembalikan identitas sepakbola menyerang yang agresif setelah menelan kekalahan dalam lanjutan kompetisi Premier League. Kegagalan meraih poin ini membuat posisi klub di klasemen sementara kompetisi belum aman.
Seperti dilansir dari Detik Sport, Liverpool takluk dengan skor 2-4 saat bertandang ke markas Aston Villa di Stadion Villa Park pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB. Hasil buruk tersebut menjadi kekalahan ke-12 bagi asuhan Arne Slot sepanjang musim ini di Liga Inggris.
Akibat hasil minor ini, The Reds tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 59 poin dan belum menyegel tiket ke Liga Champions. Posisi mereka terancam oleh Bournemouth dan Brighton & Hove Albion yang menyisakan dua laga, jika Liverpool gagal menang melawan Brentford di pekan terakhir.
"Saya sudah menyaksikan klub ini berubah dari peragu menjadi orang-orang yang percaya, dan dari orang-orang yang percaya menjadi juara. Butuh kerja keras dan saya selalu melakukan semua yang saya mampu untuk membantu klub sampai ke sana. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga daripada itu," tulis Salah, penyerang Liverpool di akun media sosialnya.
Pemain asal Mesir tersebut mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tren negatif yang menimpa timnya pada musim kompetisi saat ini. Ia menilai performa klub saat ini tidak selaras dengan dukungan yang diberikan oleh para suporter.
"Kekalahan kami yang kesekian kalinya musim ini sangat menyakitkan dan bukan hal yang pantas diterima fans kami," kata Salah.
Mantan pemain AS Roma ini kemudian menegaskan pentingnya mengembalikan karakter permainan menyerang yang menjadi ciri khas klub selama ini. Menurutnya, standar tinggi harus dipenuhi oleh setiap individu yang membela tim.
"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang yang heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang meraih trofi. Itulah sepakbola yang saya kuasai dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya. Itu tidak bisa ditawar dan semua yang gabung klub ini harus menyesuaikan diri," ujar Salah.
Ia juga menambahkan bahwa target utama klub legendaris ini adalah konsistensi meraih gelar juara di setiap kompetisi. Ambisi tersebut tetap diharapkan bertahan bahkan ketika dirinya sudah tidak lagi memperkuat skuad.
"Menang sesekali bukanlah tujuan Liverpool. Semua tim bisa menang. Liverpool akan selalu jadi klub yang sangat berarti buat saya dan keluarga saya. Saya ingin melihat mereka sukses bahkan setelah saya pergi," tutur Salah.
Pada bagian akhir, ia menyatakan komitmen penuh untuk membawa tim mengamankan target minimal pada akhir musim. Fokus utama saat ini tertuju pada laga krusial yang tersisa.
"Seperti yang sudah selalu saya bilang, lolos ke Liga Champions musim depan adalah yang paling minimal dan saya akan melakukan segalanya yang saya bisa untuk mewujudkannya," kata Salah.