Penyerang Liverpool Mohamed Salah mendesak timnya untuk kembali menerapkan taktik sepak bola menyerang agresif menyusul kekalahan telak dari Aston Villa pada hari Sabtu. Pernyataan terbuka pemain asal Mesir tersebut memicu perhatian publik di tengah bergulirnya kritik terhadap kinerja pelatih Arne Slot.
Kekalahan dengan skor akhir 2-4 di markas Aston Villa menjadi pemantik reaksi keras dari sang penyerang. Dilansir dari Suara, ungkapan kekecewaan dan harapan tersebut disampaikan langsung oleh sang pemain melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya tidak lama setelah pertandingan usai.
"Kami kembali menelan kekalahan musim ini dan itu sangat menyakitkan serta bukan yang pantas diterima para penggemar kami," tulis Salah.
Pernyataan ini muncul ketika masa depan sang penyerang di Anfield mulai memasuki babak akhir. Evaluasi tajam dari pemain bernomor punggung 11 tersebut sekaligus menjadi sorotan utama karena performa klub dinilai belum mencapai level optimal di bawah arahan arsitek strategi baru mereka.
"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang bergaya heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi. Itulah sepak bola yang saya tahu cara memainkannya dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan," imbuhnya.
Meskipun situasi internal klub sedang mendapat sorotan tajam, dorongan dari sang penyerang justru memperoleh gelombang dukungan masif dari rekan setimnya. Sejumlah pilar penting skuad saat ini seperti Florian Wirtz, Dominik Szoboszlai, Curtis Jones, Andy Robertson, hingga Wataru Endo menyuarakan persetujuan lewat tanda suka.
Solidaritas tidak hanya datang dari ruang ganti saat ini, melainkan juga dari barisan para mantan penggawa The Reds. Figur-figur senior yang pernah menjadi bagian kesuksesan klub seperti Trent Alexander-Arnold, Roberto Firmino, dan Jordan Henderson turut memberikan dukungan serupa pada unggahan tersebut.
Hingga saat ini manajemen klub maupun manajer Arne Slot masih memilih untuk tidak mengeluarkan pernyataan resmi. Agenda kepergian Salah pada akhir musim ini tetap terjadwal setelah masa bakti selama sembilan tahun yang menghasilkan 191 gol Premier League, dua trofi liga, dan satu gelar juara Liga Champions UEFA.