Nasib kurang beruntung menimpa Mohamed Salah yang harus menepi akibat cedera saat membela Liverpool menghadapi Crystal Palace pada pekan ke-34 Liga Inggris 2025-2026. Pertandingan di Stadion Anfield yang berlangsung Sabtu (25/4/2026) malam WIB tersebut diduga menjadi momen terakhir Salah berseragam The Reds.
Dilansir dari Bola, pemain asal Mesir tersebut ditarik keluar oleh manajer Arne Slot pada menit ke-59. Salah mengalami masalah pada otot paha belakang dan posisinya kemudian digantikan oleh Jeremie Frimpong.
Insiden cedera ini bermula ketika Salah melakukan pergerakan khas dengan menusuk dari sisi kanan lapangan. Ia sempat memberikan umpan tumit kepada Dominik Szoboszlai di area penalti sebelum akhirnya terjatuh. Salah terlihat meringis kesakitan sambil memegang bagian paha kirinya.
Saat meninggalkan lapangan, publik Anfield memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah. Mohamed Salah membalas penghormatan tersebut dengan bertepuk tangan ke arah empat sisi tribun sebelum menuju ruang ganti.
Meskipun tingkat keparahan cedera belum dipastikan secara medis, pundit Inggris Tim Sherwood menilai situasi ini bisa menjadi akhir perjalanan Salah di Liverpool.
"Ini mungkin akhir kariernya mengenakan seragam Liverpool...Sungguh akhir yang menyedihkan," kata Sherwood dikutip dari Sky Sports.
Manajer Liverpool, Arne Slot, memberikan keterangan terkait kondisi sang penyerang sayap. Slot mengaku belum mengetahui secara pasti seberapa parah cedera tersebut serta peluang Salah untuk kembali merumput di sisa musim ini.
"Kami tidak tahu, itu jawaban terbaik yang bisa saya berikan karena jika saya mengatakan mungkin ada peluang, maka kemungkinan besar semua judul berita akan berbunyi, 'mungkin ada peluang'" ujar Slot dikutip dari situs resmi klub.
"Kita memang tidak tahu pasti, tetapi yang kita tahu adalah musim ini akan berakhir dalam empat minggu, jadi tidak banyak pertandingan yang dimainkan," kata Slot menambahkan.
Slot berharap Salah dapat pulih dengan cepat mengingat Liverpool masih menyisakan empat pertandingan krusial musim ini. The Reds dijadwalkan akan menghadapi tim kuat seperti Manchester United, Chelsea, dan Aston Villa.
"Kita harus menunggu dan melihat bagaimana kondisi cederanya dan apakah dia mampu kembali bermain," tutur pelatih asal Belanda tersebut.
"Yang saya ketahui tentang Mo adalah selama bertahun-tahun ini dia telah menjaga tubuhnya dengan sangat baik sehingga dia hanya membutuhkan waktu minimal untuk pulih dari cedera," jelasnya.
"Mari kita berharap yang terbaik dan semoga dia bisa bermain di bagian akhir [musim]," kata Slot.
Penurunan Statistik dan Tekanan di Musim Terakhir
Cedera ini membuat Mohamed Salah berada dalam ancaman mengakhiri musim lebih awal, padahal kontraknya akan segera habis pada 24 Mei mendatang. Salah dikabarkan telah setuju untuk menyelesaikan masa baktinya di Liverpool lebih cepat dari durasi aslinya.
Muncul spekulasi bahwa rencana kepergian sang pemain tidak sepenuhnya murni keinginan pribadi, melainkan adanya tekanan tertentu. Musim ini memang menjadi periode yang cukup berat bagi Salah di Anfield.
Selain performa tim yang gagal bersaing dalam perebutan gelar juara, Salah sempat terlibat perselisihan terbuka dengan Arne Slot. Penurunan performa Salah juga terlihat jelas dari statistik individunya yang merosot tajam.
Sepanjang musim ini, Mohamed Salah tercatat hanya memberikan kontribusi 21 gol untuk Liverpool. Angka ini merupakan torehan terendahnya sejak bergabung dengan klub, jauh jika dibandingkan musim lalu di mana ia sukses mengemas 34 gol dan 23 assist.