Modena Group Alihkan Armada Logistik Mologiz ke Kendaraan Listrik

Modena Group Alihkan Armada Logistik Mologiz ke Kendaraan Listrik
Foto: Ilustrasi Modena Group Alihkan Armada Logistik Mologiz ke Kendaraan Listrik.

Modena Group memulai transformasi operasional pada anak perusahaannya, Mologiz, dengan mengalihkan armada pengiriman barang dari kendaraan berbasis diesel ke kendaraan listrik (EV). Langkah strategis ini diterapkan pada ekosistem platform logistik tersebut di Jakarta guna mendorong praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

Pengalihan armada tersebut dilaporkan telah berjalan sejak Desember 2025, dengan porsi penggunaan kendaraan listrik yang kini mencapai lebih dari 20 persen dari total armada. Berdasarkan data operasional yang dilansir dari Otomotif, transisi teknologi ini diklaim mampu memberikan dampak signifikan berupa pengurangan emisi logistik hingga 50 persen.

Nicole Jizhar, Executive Vice President and Chief Sustainability Advisor Modena, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan solusi kehidupan yang lebih baik melalui gaya hidup berkelanjutan.

"Tahun ini, upaya tersebut kami perkuat tidak hanya melalui transformasi internal, tetapi dengan membangun perubahan bersama ekosistem yang lebih luas. Mulai dari operasional bisnis, perluasan akses terhadap kebutuhan dasar, hingga mendorong perubahan perilaku konsumen," katanya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).

Dalam mendukung operasionalnya, Mologiz menggunakan model kendaraan listrik Foton eTruck Mate yang memiliki desain pikap ringkas. Kendaraan ini dilengkapi dengan lampu halogen, Daytime Running Light (DRL), serta lampu kabut dengan dimensi panjang kargo mencapai 3.050 mm.

Foton eTruck Mate memiliki bobot kotor kendaraan (GVW) sebesar 2.540 kg dan ditenagai baterai berkapasitas 38,64 kWh. Spesifikasi tersebut memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 220 km dalam satu kali pengisian daya berdasarkan standar pengujian NEDC.

Performa motor listriknya mampu menghasilkan tenaga rata-rata 30 kW dan mencapai puncak pada 60 kW atau setara 80,4 TK. Kendaraan operasional yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 370 jutaan ini menghasilkan torsi maksimal hingga 220 Nm.

Artikel terkait

Rekomendasi