PT Modal Saham Asia Investama, yang kini populer dengan brand ModalSaham, resmi membuka program Fast Track Financing Batch II-2026. Seperti dikutip dari Media Indonesia, perusahaan yang awalnya bergerak sebagai platform equity crowdfunding pada 2019 ini telah bertransformasi menjadi private equity.
Melalui program terbarunya, ModalSaham menargetkan total fasilitas pembiayaan hingga USD 6 Juta atau setara dengan Rp100 Miliar. Fasilitas pendanaan ini dialokasikan khusus untuk 10 perusahaan terpilih yang ingin mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka.
CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, menjelaskan bahwa pergeseran fokus bisnis dari crowdfunding menuju private equity bukan merupakan langkah yang terputus. Sejak awal berdiri, ModalSaham dirancang untuk menghubungkan sumber dana dengan usaha potensial, sekaligus memberikan pendampingan aktif agar mitra siap menghadapi pasar modal.
Pada awal perkembangannya, fase private equity ModalSaham memanfaatkan pendekatan pembiayaan berbasis agunan. Strategi ini membantu perusahaan dengan aset komersial untuk mendapatkan modal terstruktur. Namun, kini ModalSaham juga menyediakan solusi tanpa jaminan yang berfokus pada kelayakan transaksi dan potensi proyek.
Program Fast Track Financing menyasar korporasi yang memiliki usaha berjalan, transaksi nyata, dan kebutuhan modal yang jelas. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk membeli aset produktif, memperkuat modal kerja, mengelola rantai pasok, hingga memperbaiki struktur pembiayaan usaha.
ÔÇ£ModalSaham tidak ingin hanya menjadi tempat perusahaan mencari pembiayaan. Kami ingin menjadi pintu masuk untuk memperbaiki cara perusahaan bertumbuh. Ada perusahaan yang butuh truk, ada yang butuh mesin, ada yang butuh gudang, ada yang butuh dana untuk menjalankan proyek. Semua kebutuhan itu sah, tetapi harus dibaca dengan rencana yang jelas. Jika dana masuk ke titik yang tepat, efeknya bisa terlihat pada aset, omzet, efisiensi, dan kredibilitas perusahaanÔÇØ, kata Muhammad Reza Alkhawarismi.
Keberhasilan program ini sebelumnya terlihat pada Batch I-2025 dengan penyaluran dana sebesar Rp40 Miliar ke berbagai sektor produktif. Sektor tersebut meliputi electric vehicle, fabrikasi, konveksi, konstruksi, logistik, outsourcing, pangan, perminyakan, dan teknologi. Beberapa mitra bahkan mencatat lonjakan omzet hingga tiga kali lipat.
Hingga akhir April 2026, ModalSaham telah menyalurkan Rp20 Miliar kepada 3 perusahaan pada gelombang kedua ini. Saat ini masih tersedia kuota untuk 7 perusahaan dengan sisa plafon pembiayaan mencapai Rp80 Miliar.
Proses pendaftaran program dibuka sampai 31 Juli 2026, dengan jadwal penyaluran dana yang berlangsung dari Maret hingga Oktober 2026. Fasilitas ini ditujukan bagi badan usaha berbentuk CV atau PT yang berdomisili di DKI Jakarta, Jawa Barat, atau Banten.
Syarat formal lain yang harus dipenuhi peserta adalah usia bisnis minimal 2 tahun, memiliki catatan SLIK atau BI Checking yang bersih, serta mencatat omzet tahunan minimal Rp12 Miliar. Program ini juga mewajibkan kemitraan bisnis berbasis B2B dengan pemberi kerja yang jelas.
Muhammad Reza Alkhawarismi memandang pendanaan awal dari lingkungan terdekat sebagai lapisan pertama sebelum perusahaan dinilai secara profesional. Langkah ini penting untuk melatih disiplin pengelolaan dana sebelum melangkah ke tahap investasi yang lebih besar.
ÔÇ£Sebelum bicara private equity atau IPO, perusahaan harus membuktikan bahwa uang kecil pun bisa dikelola dengan benar. Dari 3F, pendiri belajar menjaga komitmen, membaca angka, dan menunjukkan pertumbuhan yang wajar. Kalau disiplin ini kuat sejak awal, proses naik kelas tidak lagi menjadi cerita besar di atas kertas, tetapi jalan yang bisa ditelusuri. Jika lapisan 3F belum berani mendukung, perusahaan belum cukup proven untuk naik ke penilaian private equity, investor publik, atau IPO," ujar Muhammad Reza Alkhawarismi.
Muhammad Reza Alkhawarismi sendiri memiliki latar belakang pendidikan Manajemen Bisnis di Universitas Padjadjaran dan aktif di Financial Market Community FEB Unpad. Ia memegang sertifikasi CSA (Certified Securities Analyst) serta WPEE (Wakil Penjamin Emisi Efek) yang memperkuat kompetensinya di bidang pasar modal.
Selain memimpin ModalSaham, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan BPD HIPMI Jawa Barat periode 2025-2028. Peran ini membuatnya fokus mendorong perusahaan lokal naik kelas menuju pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.
Melalui go public, perusahaan tidak hanya memperoleh modal baru, tetapi juga meningkatkan reputasi, memperluas basis investor, dan memperkuat transparansi tata kelola. Fast Track Financing menjadi langkah awal untuk menyaring pelaku usaha dengan potensi pertumbuhan jangka panjang tersebut.
ÔÇ£IPO bukan tujuan yang bisa dicapai dalam semalam. Perusahaan harus menyiapkan laporan keuangan, tata kelola, model bisnis, aset, pasar, dan cerita pertumbuhan yang bisa diterima publik. Fast Track Financing adalah langkah awal untuk memilih perusahaan yang punya potensi ke arah sana. Kami ingin mendampingi mereka dari kebutuhan yang paling konkret hari ini, lalu pelan-pelan menyusun fondasi agar suatu saat layak masuk ke panggung yang lebih besar," kata Muhammad Reza Alkhawarismi.