Mobil PHEV Bekas Mulai Dilirik Konsumen Indonesia

Mobil PHEV Bekas Mulai Dilirik Konsumen Indonesia
Foto: Ilustrasi Mobil PHEV Bekas Mulai Dilirik Konsumen Indonesia.

Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia kini menunjukkan tren baru dengan mulai diminatinya unit plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dalam kondisi bekas. Pilihan ini muncul sebagai alternatif bagi konsumen yang menginginkan teknologi canggih dengan harga lebih kompetitif.

Mobil jenis PHEV memiliki daya tarik tersendiri karena dibekali kemampuan untuk beroperasi menggunakan mode listrik murni dalam jarak tempuh tertentu. Di sisi lain, kendaraan ini tetap menyediakan mesin bensin sebagai cadangan yang memberikan fleksibilitas tinggi untuk mobilitas luar kota.

Meskipun ketersediaan unitnya belum sebanyak model hybrid konvensional, beberapa model PHEV kini sudah mulai masuk ke bursa mobil bekas. Fenomena ini menarik perhatian calon pembeli yang mencari efisiensi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya.

Dilansir dari Otomotif, pantauan pada Senin (27/4/2026) di berbagai platform bursa mobil bekas daring menunjukkan beberapa model PHEV yang saat ini tersedia di pasar.

Daftar Harga Mobil PHEV Bekas April 2026
Model Mobil PHEVTahun ProduksiEstimasi Harga Bekas
Mitsubishi Outlander PHEV2019Rp 318 jutaan
Chery Tiggo 8 CSH2025Rp 439 jutaan
BMW X3 xDrive30e G01 MSport2020Rp 688 jutaan

Besaran harga yang tercantum dapat bervariasi di setiap wilayah. Nilai jual unit sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis seperti kesehatan baterai, rekam jejak perawatan berkala, serta kelengkapan fitur pendukung lainnya.

Mengingat kendaraan PHEV mengadopsi sistem penggerak ganda yang kompleks, yakni motor listrik dan mesin pembakaran internal, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah yang mutlak diperlukan bagi calon pemilik.

Aspek utama yang wajib diperhatikan adalah memastikan performa baterai masih berada dalam kondisi optimal. Calon pembeli juga disarankan untuk meninjau kembali riwayat pengisian daya dari pemilik sebelumnya guna mendeteksi potensi penurunan kapasitas penyimpanan energi.

Pertimbangan lain yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bengkel resmi atau spesialis yang memiliki sertifikasi dalam menangani sistem elektrifikasi. Dukungan teknis ini krusial untuk menjamin pemeliharaan jangka panjang pada komponen-komponen krusial sistem PHEV.

Artikel terkait

Rekomendasi