Pasar kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia saat ini tengah memasuki fase yang sangat kompetitif. Dikutip dari Otomotif, rentang harga Rp 400 jutaan kini menjadi titik temu bagi konsumen kelas menengah.
Kelompok pembeli ini umumnya mencari kendaraan listrik dengan fungsionalitas tinggi namun tetap memiliki harga yang rasional. Pilihan di kelas ini pun semakin melimpah, mulai dari model hatchback, SUV, hingga MPV berkapasitas tujuh penumpang.
Kehadiran BYD M6 menarik perhatian besar sebagai MPV listrik murni pertama di kelasnya. Model ini menawarkan akomodasi luas yang kompetitif, terutama untuk varian Superior Captain Seat yang dipasarkan seharga Rp 433 juta.
Wuling turut memperkuat posisinya dengan mengandalkan Cloud EV yang mengutamakan kenyamanan kabin layaknya sofa rumah. Kendaraan ini sekarang dibanderol mulai dari Rp 415 juta untuk varian Lite.
Produsen otomotif GAC juga tidak ketinggalan melalui seri Aion Y Plus. Mobil ini menawarkan konsep desain futuristik dengan keunggulan pada ruang kaki yang sangat lega bagi penumpangnya.
Gempuran Model SUV dan Crossover Listrik
Konsumen di segmen SUV dan crossover juga semakin dimanjakan dengan performa serta fitur canggih. MG 4 EV dan ZS EV hadir sebagai opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan pengendalian khas kendaraan Eropa.
BYD Atto 3 dan Chery E5 turut menawarkan paket lengkap yang menggabungkan performa baterai optimal dengan fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Teknologi ini meningkatkan keamanan dan kenyamanan selama berkendara.
Pabrikan asal Vietnam, VinFast, juga meramaikan pasar melalui model VF 7. Perusahaan ini menerapkan skema sewa baterai yang unik, sehingga harga perolehan awal kendaraan dapat ditekan pada angka Rp 418 juta.
Secara keseluruhan, rentang harga Rp 400 jutaan ini dinilai memberikan nilai yang sangat baik bagi calon pembeli. Sebagian besar model yang ditawarkan sudah memiliki kemampuan jarak tempuh di atas 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.