Produsen otomotif asal China kini semakin gencar menghilangkan tombol fisik pada dasbor kendaraan dan mengalihkan seluruh fungsi operasional ke dalam layar unit utama (head unit). Tren desain minimalis ini membedakan produk asal Negeri Tirai Bambu dengan pabrikan Jepang, Korea Selatan, dan Eropa yang tetap mempertahankan kendali manual bagi pengemudi.
Absennya tombol fisik tersebut memicu kekhawatiran terkait aspek keselamatan berkendara bagi sebagian kalangan. Penggunaan layar sentuh dianggap berisiko mengganggu konsentrasi karena pengemudi harus memalingkan pandangan dari jalan untuk memastikan menu yang ditekan sudah tepat, seperti dilansir dari Otomotif.
Head of Global Design Changan, Klaus Zyciora, memberikan penjelasan mengenai fenomena desain ini saat ditemui wartawan di Changan RnD Center di Chongqing, China. Zyciora menegaskan adanya preferensi fungsional yang berbeda antara konsumen di wilayah Timur dan Barat dalam mengoperasikan fitur kendaraan.
"Di China itu, Voice Interface penting, mulai dari buka jendela hingga memainkan musik. Orang-orang di China lebih suka berbicara dengan mobilnya," ujar Klaus, Head Of Global Design Changan.
Perubahan perilaku konsumen ini dipengaruhi oleh sejarah penggunaan perangkat manual. Menurut Zyciora, sistem perintah suara menjadi kunci utama bagi pengguna di China, sementara pengguna di negara Barat masih terbiasa dengan interaksi fisik menggunakan jari.
"Sedangkan di masa lalu, orang masih pakai jari atau manual. Orang-orang Barat lebih memilih untuk menekan tombol," kata Klaus, Head Of Global Design Changan.
Pergeseran desain dasbor yang mulus ini disebut mulai meluas sejak kemunculan Tesla di pasar otomotif global. Selain pengaruh gaya hidup digital, pertumbuhan pesat teknologi kendaraan otonom di China juga menjadi faktor pendorong hilangnya tombol-tombol konvensional.
"Selain itu, kendaraan otonom tumbuh dan berkembang pesat di China. Orang-orang hanya perlu berbicara dengan mobil dan sampai ke tujuan," ujarnya Klaus, Head Of Global Design Changan.
Meskipun tidak memberikan pernyataan eksplisit mengenai tingkat keamanan antara tombol fisik dan layar sentuh, Zyciora menilai teknologi modern dapat meminimalkan risiko. Ia menyebut kondisi lalu lintas yang terukur dan kecanggihan sistem pendukung dapat membantu menghindari terjadinya kecelakaan di jalan raya.