Mitratel Transformasi Bisnis Menuju Infrastruktur Digital Terintegrasi

Mitratel Transformasi Bisnis Menuju Infrastruktur Digital Terintegrasi
Foto: Ilustrasi Mitratel Transformasi Bisnis Menuju Infrastruktur Digital Terintegrasi.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) secara resmi mulai mengalihkan orientasi model bisnisnya dari penyedia menara konvensional menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi pada Kamis (30/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna memenuhi kebutuhan operator telekomunikasi terhadap jaringan fiber dan energi yang stabil dalam mendukung perluasan teknologi 5G.

Berdasarkan data yang dilansir dari Market, emiten berkode saham MTEL ini membukukan pendapatan sebesar Rp2,29 triliun pada kuartal I/2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga berdampak pada kenaikan laba tahun berjalan yang meningkat 3,6 persen menjadi Rp545,05 miliar.

Secara operasional, Mitratel tercatat mengelola sebanyak 40.327 menara hingga periode tersebut, dengan sebaran portofolio mencapai lebih dari 59 persen di luar Pulau Jawa. Optimalisasi aset perusahaan terlihat dari peningkatan kolokasi sebesar 11,3 persen menjadi 23.006 unit, yang mendorong tenancy ratio berada di level 1,57 kali.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan bahwa fokus ekspansi perusahaan saat ini telah bergeser dari sekadar penambahan jumlah fisik menara menuju penguatan ekosistem digital yang komprehensif.

ÔÇ£Pengembangan ekosistem terintegrasi, termasuk FWA dan PaaS, merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan konektivitas digital nasional,ÔÇØ ujar Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel.

Pihak manajemen menekankan bahwa model bisnis Next Generation TowerCo ini memungkinkan perusahaan melakukan monetisasi melalui layanan tambahan seperti fiberisasi dan penyediaan energi. Segmen fiber optik sendiri tercatat tumbuh signifikan sebesar 17,3 persen dengan total panjang kabel mencapai 72.842 km billable length.

Selain infrastruktur kabel, Mitratel juga mulai memperkenalkan layanan Power-as-a-Service (PaaS) sebagai solusi atas keterbatasan infrastruktur kelistrikan di berbagai wilayah operasional mereka.

ÔÇ£Pendekatan ini tidak hanya menghadirkan akses internet yang berkualitas dan terjangkau, tetapi juga memastikan ketersediaan energi yang andal,ÔÇØ kata Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel.

Dalam hal kesehatan finansial, perusahaan berhasil mempertahankan margin EBITDA pada angka 82,7 persen di tengah tekanan pertumbuhan pendapatan. Kondisi struktur permodalan yang stabil memberikan ruang bagi Mitratel untuk terus melakukan ekspansi organik maupun anorganik guna menangkap peluang implementasi 5G di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi