Isu mengenai kendaraan listrik yang mengalami kegagalan fungsi akibat paparan medan magnet di perlintasan kereta api secara teknis tidak terbukti dalam kondisi operasional normal. Kendaraan modern telah dilengkapi dengan sistem keamanan elektromagnetik yang mumpuni untuk menghadapi gangguan lingkungan luar.
Sistem elektronik pada mobil listrik diproduksi agar sesuai dengan standar electromagnetic compatibility (EMC) sebagaimana dilansir dari Otomotif. Standar ini menjamin unit kendaraan tetap berfungsi stabil meskipun berada di bawah pengaruh medan elektromagnetik dari infrastruktur transportasi lainnya.
Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), menegaskan bahwa jalur kereta api tidak memancarkan daya magnet yang cukup destruktif bagi sistem kelistrikan mobil. Pada infrastruktur kereta listrik, arus utama dikelola melalui kabel udara yang memiliki isolasi sangat ketat.
"Medan elektromagnetik dari sistem kereta listrik memang ada, tetapi intensitasnya kecil dan tidak menyebar secara signifikan ke permukaan jalan," ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Rabu (29/4/2026).
Kekuatan medan magnet yang minim tersebut dinilai mustahil dapat mengintervensi kinerja motor atau baterai kendaraan listrik. Fenomena mogoknya kendaraan di atas rel yang sering dikaitkan dengan faktor eksternal sebenarnya lebih didorong oleh kendala teknis internal kendaraan atau kesalahan pengoperasian oleh pengemudi.
"Pada mobil listrik, mogok bisa terjadi jika baterai habis atau terjadi gangguan pada sistem kelistrikan internal. Namun, hal ini tidak ada kaitannya dengan rel kereta," ucap Jayan.
Penyebab umum lainnya adalah kepanikan pengemudi saat melintas yang menyebabkan mesin mati pada mobil konvensional, serta kurangnya perhitungan ruang jalan. Pengendara diingatkan untuk tidak memaksakan kendaraan masuk ke area rel jika ruang di depan perlintasan belum cukup memadai untuk satu mobil.
"Sebaiknya saat melintasi rel kereta, pastikan di depan ada ruang satu mobil setelah rel untuk kita, baru menyeberang, tapi kebanyakan kan mepet, kuncinya sabar," ucap Jayan.