Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menyatakan kesiapannya menghadapi jadwal krusial di sisa musim kompetisi setelah timnya menderita kekalahan 0-4 dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin, 27 April 2026.
Klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut saat ini tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan raihan 27 poin dari 29 laga, sebagaimana dilansir dari Suara. Posisi ini membuat Persis hanya unggul satu angka dari zona merah yang dihuni Madura United.
Menyikapi tekanan yang semakin meningkat di papan bawah, Milomir Seslija menegaskan bahwa dirinya tetap tenang dalam memimpin tim. Ia memandang atmosfer kompetisi yang berat sebagai sesuatu yang lumrah bagi pelaku olahraga profesional.
"Bagi saya, tekanan semacam ini adalah hal yang normal. Jika tanpa tekanan, hidup terasa sangat mudah. Namun, saya sebetulnya juga masih belum memahami tekanan apa yang dimaksud," kata Milomir Seslija, Pelatih Persis Solo.
Juru taktik asal Bosnia-Herzegovina tersebut meminta para pemain untuk tidak merasa terbebani secara berlebihan. Baginya, setiap laga tersisa merupakan peluang untuk membuktikan kualitas tim di tengah situasi sulit.
"Sebab, peluang kami untuk lolos degradasi masih terbuka. Kami bisa bekerja dengan baik tanpa ada yang harus dikhawatirkan, dan melanjutkan hari-hari seperti biasa. Namun, tetap saja kami punya tantangan yang besar," ujar Milomir Seslija, Pelatih Persis Solo.
Persis dijadwalkan akan bertemu lawan-lawan tangguh penghuni papan atas klasemen dalam beberapa pekan ke depan. Deretan tim tersebut meliputi Malut United, Persebaya Surabaya, Dewa United, hingga Persita Tangerang yang menjadi lawan di pekan pamungkas.
"Ini menjadi tantangan jika kita melihat apa saja yang bisa kami lakukan, dan aspek apa saja yang bisa ditingkatkan pada laga berikutnya. Sebab, karena akan menghadapi tim yang sangat berkualitas, hal yang terbaik yang bisa dilakukan adalah tetap improve," ujar Milomir Seslija, Pelatih Persis Solo.
Peningkatan kualitas permainan dianggap menjadi kunci utama agar Persis mampu meraih poin maksimal, terutama pada dua laga kandang melawan Persebaya dan Dewa United. Seslija kembali menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari kekalahan sebelumnya.
"Kami harus bisa belajar dari laga-laga ini, agar bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya. Tekanan ini adalah hal yang normal. Hidup saja juga penuh tekanan. Bagi saya, tekanan yang sesungguhnya ialah ketika tidak punya pekerjaan," imbuh Milomir Seslija, Pelatih Persis Solo.