Mikel Arteta Pecahkan Rekor Usai Arsenal Juara Liga Inggris

Mikel Arteta Pecahkan Rekor Usai Arsenal Juara Liga Inggris
Foto: Ilustrasi Mikel Arteta Pecahkan Rekor Usai Arsenal Juara Liga Inggris.

Arsenal dipastikan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini. Keberhasilan tersebut turut diiringi dengan pencapaian sejumlah rekor bersejarah oleh sang manajer, Mikel Arteta.

Kepastian gelar juara ini diperoleh setelah rival terdekat mereka, Manchester City, ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth pada Rabu (20/5/2026) dini hari WIB, seperti dilansir dari Detik Sport. Arsenal kini kokoh di puncak klasemen dengan raihan 82 poin.

Dengan menyisakan satu pertandingan, perolehan poin The Gunners sudah tidak mungkin terkejar oleh Manchester City yang mengoleksi 78 poin. Prestasi ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar liga selama 22 tahun bagi klub London Utara tersebut.

Trofi ini menjadi gelar Liga Inggris ke-14 sepanjang sejarah klub, dan yang pertama sejak terakhir kali diraih pada tahun 2004. Saat juara 22 tahun silam, Arsenal masih ditangani oleh Arsene Wenger, sosok yang kemudian melatih Arteta pada periode 2011 hingga 2016.

Keberhasilan musim ini menempatkan Arteta sebagai manajer kedelapan yang sukses membawa Arsenal merengkuh trofi juara liga. Ia menyusul para pendahulunya seperti Herbert Chapman, Joe Shaw, George Allison, Tom Whittaker, Bertie Mee, George Graham, dan Arsene Wenger.

Arteta juga mengukir sejarah sebagai manajer termuda yang pernah membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris, yakni dalam usia 44 tahun 54 hari. Catatan ini mematahkan rekor George Graham yang berusia 124 hari lebih tua saat membawa klub juara pada tahun 1989.

Selain itu, pria asal Spanyol ini mencatatkan persentase kemenangan tertinggi dalam sejarah manajer Arsenal. Ia berhasil membukukan 212 kemenangan dari total 351 pertandingan yang telah dijalani, atau setara dengan 60,4 persen.

Reputasi Arteta berpeluang semakin besar jika berhasil membawa pasukannya menumbangkan Paris Saint-Germain pada final Liga Champions pekan depan. Kemenangan di laga tersebut akan menjadikannya sebagai manajer pertama yang mempersembahkan trofi kompetisi tertinggi antarklub Eropa untuk Arsenal.

Artikel terkait

Rekomendasi