Proses negosiasi untuk menetapkan Michael Carrick sebagai manajer tetap Manchester United dilaporkan telah memasuki tahap akhir. Dilansir dari Detik Sport, sosok pria berusia 42 tahun tersebut direncanakan akan mengikat komitmen jangka panjang bersama klub.
Laporan dari The Athletic menyebutkan bahwa manajemen menyodorkan proposal kontrak berdurasi dua tahun. Kesepakatan ini juga mencakup opsi perpanjangan otomatis selama satu tahun hingga 2029, dengan syarat performa tim tetap memuaskan di bawah arahannya.
Saat ini, pembicaraan intensif masih terus dilakukan di bawah koordinasi CEO MU Omar Berrada bersama Direktur Olahraga Jason Wilcox. Langkah strategis untuk mempertahankan Carrick ini dikabarkan telah mendapatkan persetujuan penuh dari co-owner klub, Sir Jim Ratcliffe.
Pihak manajemen menargetkan kesepakatan resmi dapat tercapai sebelum pertandingan kandang terakhir melawan Nottingham Forest di Old Trafford pada hari Minggu mendatang. Upaya ini dilakukan guna memberikan kepastian bagi para pendukung mengenai stabilitas kepemimpinan tim untuk musim depan.
Kebijakan mempertahankan staf kepelatihan tidak hanya berhenti pada sosok Carrick. Steve Holland tetap dipertahankan pada posisi asisten manajer karena dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam mendongkrak performa para pemain di lapangan.
Nama-nama lain dalam jajaran pelatih seperti Jonathan Woodgate dan Jonny Evans juga dipastikan tetap menjadi bagian dari tim teknis. Hal ini menunjukkan keinginan manajemen untuk menjaga konsistensi di internal staf kepelatihan yang sudah terbentuk saat ini.
Evaluasi Staf dan Incaran Pelatih Set-Piece
Craig Mawson yang menjabat sebagai pelatih kiper pasca hengkangnya Ruben Amorim turut dipastikan bertahan. Setelah urusan kontrak Carrick rampung, manajemen berencana melakukan perekrutan baru untuk mengisi posisi spesialis pelatih situasi bola mati atau set-piece.
Andreas Georgson muncul sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut. Georgson bukan sosok asing bagi Setan Merah karena sempat bekerja di sana musim lalu, sebelum akhirnya pindah ke Tottenham Hotspur mengikuti Thomas Frank pada awal musim ini.
Keputusan mempermanenkan Carrick didasari pada pencapaiannya yang impresif sepanjang musim ini. Ia berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu kandidat manajer terbaik Premier League setelah sukses memastikan tiket Liga Champions bagi klub musim depan.
Pencapaian ini dianggap sebagai titik balik positif bagi Manchester United. Sebelumnya, klub sempat mengalami periode sulit dengan terpuruk di papan tengah klasemen sebelum akhirnya bangkit di bawah arahan Carrick.