Merencanakan Keuangan Bersama Financialtrust!

Merencanakan Keuangan Bersama Financialtrust!
Foto: Ilustrasi Merencanakan Keuangan Bersama Financialtrust!.

Merencanakan Keuangan Bersama Financialtrust!

Tabur-tuai. Apa yang akan kita tuai ditentukan oleh apa yang kita tanam hari ini. Apa yang kita tabur hari ini akan kita tuai kelak. Inilah kata-kata bijak yang acap kita baca dan dengar, namun jarang kita terapkan atau mungkin juga kita kurang paham dan menyadari maknanya.

Dalam istilah keuangan, tabur-tuai adalah financial planing atau perencanaan keuangan. Setiap orang harus merencanakan masa depannya, termasuk merencanakan keuangannya agar pada saat tidak lagi produktif atau memiliki penghasilan tetap, ia tetap memperoleh pendapatan.

Pendapatan tetap sangat penting dalam hidup ini. Karena di pihak lain, setiap manusia berhadapan dengan biaya tetap, setiap hari. Biaya tetap harus diimbangi oleh pendapatan tetap. Masalah akan terjadi jika biaya tetap tidak diimbangi oleh pendapatan tetap.

Tujuan perencanaan keuangan adalaah tercapainya financial freedom atau kebebasan finansial. Kebebasan finansial adalah suatu kondisi ketika seseorang tidak lagi kesulitan keuangan dalam membiayai seluruh aspek kehidupannya, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pengembangan self esteem atau harga diri.

Mereka yang memiliki kemerdekaan finansial tidak kesulitan membiayai kebutuhan sehari-hari, bahkan mereka sudah bisa menolong sesama yang berkekurangan tanpa membuat mereka menderita secara finansial. Semua biaya tetap mereka sudah mampu ditutup oleh pendapatan pasif. Pendapatan pasif adalah pendapatan yang diperoleh seseorang tanpa perlu bekerja. Hal itu dicapai karena mereka memiliki investasi yang mengasilkan.

Mereka yang memiliki financial freedom tidak berarti tidak punya utang di bank. Mereka bisa saja memiliki utang. Tapi, mereka sama sekali tidak kesulitan dalam melunasi utang. Tinggal auto debet di rekening banknya. Berutang yang cerdas adalah bagian dari perencanaan keuangan.

Jika ada masalah kesehatan atau tertimpa musibah, mereka yang sudah meraih financial freedom tidak mengalami kesulitan. Mereka sudah menyiapkan dana darurat untuk mengatasi masalah yang datang mendadak. Mereka sudah memiliki asuransi umum untuk rumah, kendaraan, dan berbagai properti yang mereka miliki. Mereka sudah memiliki asuransi jiwa untuk memproteksi mereka saat dirundung penyakit dan masalah hingga mengalami kematian.

Ketika berhenti bekerja, mereka memiliki dana pensiun yang sudah mereka persiapkan sejak usia muda. Kalau pun dana pensiun tidak mencukupi, mereka sudah memiliki investasi yang memberikan return atau imbal hasil yang memadai. Hidup dari pendapatan rutin yang berasal dari hasil investasi inilah yang disebut ÔÇ£uang bekerja untuk kitaÔÇØ. Setiap hari, kita tidak perlu bekerja untuk mencari uang karena semua biaya hidup sudah bisa ditutup oleh hasil investasi atau pendapatan pasif.

Investasi tidak terbatas pada investasi langsung, yakni memiliki usaha di sektor tertentu. Seorang dokter, misalnya, mengelola klinik yang laris dan profitable atau menguntungkan. Seorang mantan pegawai bank, misalnya, mengelola restoran laris-manis. Investasi langsung sangat penting. Selain membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi, investasi langsung memberikan keuntungan yang besar jika dikelola dengan benar.

Tidak semua orang memiliki entrepreneurship atau bakat kewirausahaan. Investasi langsung membutuhkan jiwa entrepreneurship. Tapi, mereka yang tidak memiliki bakat sebagai pengusaha tetap bisa berinvestasi, yakni investasi tidak langsung atau investasi portofolio. Ada sejumlah keuntungan dari investasi portofolio, sebut saja investasi di sejumlah saham emiten atau perusahaan publik yang dibeli di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pertama, dengan membeli saham listed company atau emiten yang tercatat di bursa efek, kita ikut memiliki perusahaan tanpa perlu repot atau direpotkan untuk mengurusi perusahaan terbuka itu. Sebagai pemegang saham publik, kita tidak direpotkan untuk memikirkan gaji dan THR karyawan serta pembiayaan perusahaan lainnya.

Sebagai investor publik, kita bisa dengan leluasa memilih untuk membeli saham perusahaan bluechips, saham likuid dan berkinerja bagus, yang tercatat di bursa efek. Semua perusahaan terbaik di berbagai sektor usaha di Indonesia sudah mencatatkan saham di BEI. Sebagai investor publik, kita berpeluang untuk ikut memiliki saham di semua perusahaan berkualitas yang tercatat di bursa efek.

Kedua, dengan memiliki saham terbaik di bursa efek, kita berpeluang mendapatkan dividen dan capital gain. Mereka yang mengakumulasi saham terbaik sejak muda bisa hidup dari dividen, tak perlu harus menjual saham untuk mencari capital gain.

Untuk mendorong satu persen laju pertumbuhan ekonomi dibutuhkan investasi dalam jumlah tertentu. Di negara dengan ICOR tinggi, dana investasi yang dibutuhkan lebih besar untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Tingginya ICOR, antara lain, disebabkan oleh barang yang tak terpakai, marked up, dan korupsi.

Indonesia tahun ini hingga 2040 memasuki periode penting dalam mewujudkan generasi emas 2045, saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan. Pada periode ini, Indonesia menikmati bonus demografi karena 70% dari total populasi terdiri atas penduduk usia produktif, yakni warga yang berusia 15-64 tahun. Setelah itu, seperti yang terjadi di negara maju, Indonesia memasuki aging society, warga usia tidak produktif lebih besar.

Indonesia sudah memasuki periode bonus demografi yang ditandai oleh ledakan usia produktif yang pada tahun 2023 sudah mencapai 71% dari jumlah penduduk. Era bonus demografi diperkirakan berlangsung hingga mencapai puncaknya pada tahun 2038. Dengan asumsi jumlah penduduk 278 juta, maka penduduk Indonesia usia produktif sudah mencapai 197 juta! Ini sebuah angka fantastik.

Masuk kategori usia produktif adalah semua warga negara berusia 15-64 tahun. Disebut usia produktif karena pada rentang usia ini, orang biasanya bekerja dan memiliki pendapatan tetap. Mereka memiliki pendapatan dari hasil kerja, baik sebagai pekerja mandiri maupun sebagai karyawan atau buruh.

Setelah usia 64, seseorang masuk periode aging society atau usia tua. Pada periode ini seseorang tidak lagi kuat bekerja fisik. Diharapkan, saat memasuki usia 65, seseorang sudah mencapai financial freedom. Mereka tidak perlu lagi banting tulang untuk mendapatkan uang karena uang sudah bekerja untuk mereka.

Dalam kenyataan, seseorang yang bekerja bisa kehilangan pekerjaan lebih awal, paling tidak saat mereka memasuki usia pensiun, yakni 55 atau 60. Ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan sebelum usia pensiun akibat sakit atau perusahaan melakukan perampingan atau pun bangkrut.

Dengan melakukan perencanaan keuangan lebih awal, sejak tahun pertama bekerja, sebutlah usia 18-27 tahun, seseorang bisa mencapai kebebasan finansial di usia di bawah 50 tahun atau sebelum usia pensiun. Untuk bisa berinvestasi, sejak awal bekerja, sebagian pendapatan ditabung.

Disiplin menabung adalah awal yang baik dari investasi. Berapa pun besar gaji, sebagian wajib ditabung. Investasi pun tidak sekaligus, melainkan disiplin top up setiap bulan atau setiap kali mempeoleh uang.

Selama ada kemauan dan ketekunan, financial freedom bisa dicapai oleh setiap orang. Mencapai financial freedom adalah hak setiap orang. Oleh karena itu, mulailah menata keuangan Anda.

Terdorong oleh niat luhur untuk ikuti menghasilkan generasi emas tahun 2045, kami menyediakan kanal khusus, yakni Financialtrust. Diharapkan, semua suguhan kami di kanal ini mampu membetot kesadaran para pembaca, khususnya para zilenial, mereka yang berusia 15 hingga 45 tahun.

Tabur-tuai! Apa yang hendak kita panen kelak ditentukan oleh apa yang kata tabur hari ini. Lewat kanal Financialtrust, para pembaca memperoleh literasi yang benar dalam membuat perencanaan keuangan, memiliki komitmen dan disiplin dalam mengelola keuangan, serta menabur di instrumen investasi yang tepat.

Selamat menata keuangan Anda bersama Financialtrust!

Artikel terkait

Rekomendasi