Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengkritik keras penyerang Barcelona Lamine Yamal yang mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara La Liga di kota Barcelona pada Senin lalu, dilansir dari Suara.
Aksi pemain berusia 18 tahun tersebut dilakukan di atas bus terbuka di hadapan sekitar 750 ribu pendukung setelah Barcelona memastikan gelar juara Liga Spanyol sehari sebelumnya. Penegasan kritik dari pihak Israel kemudian disampaikan melalui media sosial.
Pihak Israel menilai tindakan pesepak bola yang beragama Muslim tersebut sebagai bentuk provokasi dan hasutan di tengah situasi konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Yamal juga mengunggah foto aksi tersebut di akun Instagram pribadinya.
"Lamine Yamal memilih menghasut kebencian terhadap Israel ketika tentara kami memerangi organisasi teroris Hamas," tulis Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel.
Hingga saat ini, Yamal belum memberikan respons resmi mengenai kecaman tersebut. Di sisi lain, Pemerintah Spanyol dikenal vokal dalam mengkritik operasi militer Israel di Gaza, termasuk adanya gelombang boikot pada Eurovision Song Contest 2026 dan gangguan demonstrasi pada ajang balap sepeda Vuelta a Espana tahun lalu.
Kontroversi ini bergulir mendekati persiapan sang pemain yang diproyeksikan menjadi andalan utama Timnas Spanyol. Lamine Yamal dijadwalkan memperkuat negaranya pada ajang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara pada Juni dan Juli mendatang.