Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran bantuan dana dari lembaga keuangan internasional pada Selasa (21/4/2026). Penolakan tersebut dilakukan di tengah kunjungan kerja ke Amerika Serikat karena kondisi keuangan negara yang dinilai masih stabil.
Ketersediaan dana bantuan tersebut muncul dalam pertemuan resmi dengan pihak IMF dan World Bank. Dilansir dari Kompas, pemerintah Indonesia mendapatkan informasi mengenai adanya alokasi dana segar bagi negara yang sedang membutuhkan dukungan finansial.
"Di tengah-tengahnya mereka menawarkan bahwa sudah tersedia dana, ada yang bilang 20 sampai 30 miliar dolar untuk memberikan bantuan ke negara-negara yang membutuhkan. Kalau di World Bank saya diam saja," ujar Menkeu Purbaya pada Selasa, (21/4/2026).
Purbaya memberikan respons yang cukup pasif saat berada di forum World Bank sebelum akhirnya tawaran serupa kembali muncul dari pihak lainnya. Ia menegaskan bahwa Indonesia belum memerlukan suntikan dana eksternal dalam bentuk utang baru.
"Tapi yang terakhir menawarkan lagi, kalau mau itu dipakai boleh, diminta untuk berutang ke mereka. IMF juga sama, tapi saya bilang ya terima kasih atas tawarannya. Namun sekarang kondisi APBN kita masih bagus, saya belum butuh itu, dan kita masih punya uang," lanjutnya.
Sikap tersebut didasari atas performa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang saat ini masih memiliki likuiditas mencukupi. Menkeu menekankan bahwa posisi kas negara saat ini masih mampu menopang kebutuhan pembangunan nasional tanpa harus menambah beban utang dari lembaga internasional.