Menanti Kejutan Timnas Kanada: Warisan Herdman dan Misi Besar di Piala Dunia 2026

Menanti Kejutan Timnas Kanada: Warisan Herdman dan Misi Besar di Piala Dunia 2026
Foto: Menanti Kejutan Timnas Kanada: Warisan Herdman dan Misi Besar di Piala Dunia 2026. (Illustration by Pexels)

Tim nasional Kanada kini tengah bersiap menyambut babak baru dalam sejarah sepak bola mereka. Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Amerika Serikat, tim berjuluk The Canucks ini membawa harapan besar untuk mengukir prestasi gemilang di rumah sendiri.

Berdasarkan catatan resmi FIFA yang dirilis pada Rabu (3/6), turnamen edisi ke-23 ini akan menjadi penampilan ketiga Kanada di ajang paling bergengsi tersebut. Sebelumnya, mereka harus berjuang melalui babak kualifikasi untuk tampil di edisi Meksiko 1986 dan Qatar 2022.

Namun, untuk edisi 2026, Kanada mendapatkan keistimewaan dengan langsung lolos ke putaran final sebagai tuan rumah bersama. Format turnamen tahun ini juga mencatatkan sejarah baru karena akan menyambut 48 tim peserta untuk pertama kalinya.

Kanada datang dengan misi yang sangat spesifik, yaitu meraih kemenangan perdana mereka di putaran final Piala Dunia. Selama dua kali keikutsertaan sebelumnya, tim ini belum pernah mencicipi satu pun kemenangan dari enam pertandingan yang telah dimainkan.

Rekor buruk tersebut selalu membuat mimpi mereka untuk melaju lebih jauh dari babak grup harus terkubur lebih awal. Oleh karena itu, edisi kali ini dipandang sebagai momentum emas untuk membuktikan kualitas sepak bola Amerika Utara di kancah global.

Tantangan besar untuk mendapatkan poin penuh pertama akan dimulai dari persaingan ketat di Grup B. Kanada dijadwalkan bersaing dengan Bosnia dan Herzegovina, Swiss, serta Qatar demi memperebutkan tiket ke babak 32 besar.

Pertandingan pembuka The Canucks akan berlangsung pada Sabtu (13/6) pukul 02.00 WIB melawan Bosnia dan Herzegovina di BMO Field, Toronto. Laga ini diprediksi akan menyedot perhatian besar dari publik sepak bola domestik yang haus akan kemenangan.

Setelah itu, tim yang saat ini menduduki peringkat 30 dunia FIFA tersebut akan melanjutkan perjuangannya di BC Place, Vancouver. Mereka akan menjamu Qatar pada Jumat (19/6) pukul 05.00 WIB, disusul laga kontra Swiss pada Kamis (25/6) pukul 02.00 WIB.

Menilik Rekam Jejak Kanada di Piala Dunia

Sejarah perjalanan Kanada di Piala Dunia dimulai pada edisi 1986 di Meksiko, di mana mereka berhasil melaju setelah memuncaki grup kualifikasi. Saat itu, mereka harus bersaing dengan tim-tim seperti Guatemala dan Haiti untuk mendapatkan satu tiket ke putaran final.

Namun, debut mereka di panggung dunia berakhir pahit karena harus bergabung dalam grup neraka bersama Prancis, Hungaria, dan Uni Soviet. Kanada gagal meraih poin setelah takluk tipis 0-1 dari Prancis, serta kalah masing-masing 0-2 dari dua lawan lainnya.

Setelah absen selama 36 tahun, Kanada akhirnya kembali ke panggung dunia pada edisi 2022 di Qatar. Di bawah arahan pelatih John Herdman, yang kini melatih timnas Indonesia, mereka lolos sebagai pemuncak klasemen kualifikasi zona Concacaf.

Perjalanan di Qatar pun tidak mudah karena mereka berada di grup yang dihuni oleh kekuatan besar sepak bola seperti Belgia, Kroasia, dan Maroko. Meski menunjukkan permainan yang kompetitif, Kanada harus menelan tiga kekalahan beruntun selama fase grup.

Mereka mengawali turnamen dengan kekalahan tipis 0-1 dari Belgia, diikuti kekalahan telak 1-4 dari Kroasia. Di laga penutup, mereka harus mengakui keunggulan Maroko dengan skor 1-2, yang mana tim lawan akhirnya melaju hingga babak semifinal.

Transisi Kepemimpinan: Dari John Herdman ke Jesse Marsch

Setelah era John Herdman berakhir, kursi kepelatihan kini diduduki oleh Jesse Marsch untuk memimpin Kanada di Piala Dunia ke-23. Marsch bukanlah sosok sembarangan karena memiliki pengalaman melatih klub-klub elite Eropa seperti Salzburg, Leipzig, dan Leeds United.

Ia resmi ditunjuk pada Mei tahun lalu untuk menggantikan posisi yang sempat diisi oleh pelatih interim, Mauro Biello. Marsch dikenal sebagai sosok legendaris di sepak bola Amerika Utara sejak aktif bermain di musim perdana Major League Soccer pada 1996.

Selama karier profesionalnya, ia mencatatkan lebih dari 300 penampilan di kompetisi tertinggi Amerika Utara sebelum memutuskan beralih ke dunia manajerial. Karier kepelatihannya dimulai dari Montreal Impact dan New York Red Bulls sebelum akhirnya melebarkan sayap ke Eropa.

Di bawah kendali Jesse Marsch, performa Kanada menunjukkan tren yang cukup menjanjikan bagi para penggemarnya. Dari 30 pertandingan yang telah dilalui, Marsch berhasil mengoleksi 15 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya menderita delapan kekalahan.

Andalan di Lini Skuad: Alphonso Davies dan Jonathan David

Meskipun musim ini sering menepi akibat cedera, Alphonso Davies dipastikan tetap menjadi pilar utama sekaligus kapten timnas Kanada. Bek sayap lincah milik Bayern Muenchen ini merupakan pemain paling berpengaruh di dalam tim saat ini.

Davies saat ini telah mengoleksi 58 caps dengan kontribusi 15 gol serta 18 assist bagi negaranya. Ia juga memegang rekor bersejarah sebagai satu-satunya pemain Kanada yang berhasil mencetak gol di putaran final Piala Dunia.

Gol legendaris tersebut tercipta melalui tandukan keras ke gawang Kroasia pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Meski secara teknis Kanada mencetak dua gol di Qatar, satu gol lainnya tercatat sebagai gol bunuh diri pemain Maroko, Nayef Aguerd.

Selain Davies, sorotan tajam juga tertuju pada penyerang tajam Jonathan David yang kini memperkuat klub raksasa Italia, Juventus. David mulai bersinar sejak debutnya pada September 2018 di bawah asuhan pelatih John Herdman.

Penyerang berusia 26 tahun ini merupakan tumpuan utama di lini depan dengan koleksi 76 caps dan catatan luar biasa 39 gol. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi solusi atas tumpulnya penyelesaian akhir Kanada di turnamen-turnamen besar sebelumnya.

Berikut adalah daftar susunan pemain yang dibawa timnas Kanada untuk bertarung di Piala Dunia 2026:

  • Penjaga Gawang: Dayne St Clair (Inter Miami), Maxime Crepeau (Orlando City), Owen Goodman (Crystal Palace).
  • Pemain Belakang: Alistair Johnston (Celtic), Derek Cornelius (Marseille), Richie Laryea (Toronto), Niko Sigur (Hajduk Split), Joel Waterman (Chicago Fire), Luc de Fougerolles (Fulham), Moise Bombito (Nice), Alphonso Davies (Bayern Muenchen), Alfie Jones (Middlesbrough).
  • Pemain Tengah: Stephen Eustaquio (Porto), Ismael Kone (Sassuolo), Tajon Buchanan (Villarreal), Mathieu Choiniere (LAFC), Ali Ahmed (Norwich City), Nathan Saliba (Anderlecht), Liam Millar (Hull City), Marcelo Flores (Tigres UANL), Jacob Shaffelburg (Toronto), Jonathan Osorio (Toronto).
  • Pemain Depan: Jonathan David (Juventus), Cyle Larin (Southampton), Tani Oluwaseyi (Villarreal), Promise David (Union SG).

Daftar pemain di atas mencerminkan kombinasi antara pemain berpengalaman yang merumput di liga-liga top Eropa dengan talenta potensial dari kompetisi domestik. Jesse Marsch tampak ingin menjaga keseimbangan tim agar tetap kompetitif menghadapi lawan-lawan tangguh.

Rincian jadwal lengkap pertandingan timnas Kanada di fase Grup B Piala Dunia 2026:

Tanggal & Waktu Pertandingan Lokasi Stadion
Sabtu, 13 Juni (02.00 WIB) Kanada vs Bosnia dan Herzegovina BMO Field, Toronto
Jumat, 19 Juni (05.00 WIB) Kanada vs Qatar BC Place, Vancouver
Kamis, 25 Juni (02.00 WIB) Swiss vs Kanada BC Place, Vancouver

Jadwal pertandingan ini telah disusun sedemikian rupa untuk memberikan atmosfer dukungan maksimal bagi tuan rumah di dua kota penyelenggara utama. Publik Kanada tentu berharap dukungan penuh di Toronto dan Vancouver dapat menjadi bahan bakar bagi tim untuk melaju ke fase gugur.

Artikel terkait

Rekomendasi