Wataru Endo, kapten tim nasional Jepang, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi tantangan besar di ajang Piala Dunia 2026. Gelandang andalan ini merasa sangat antusias karena Jepang akan langsung berhadapan dengan Belanda pada pertandingan pertama di Grup F.
Turnamen bergengsi ini akan berlangsung di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pertemuan antara Jepang dan Belanda dijadwalkan bakal digelar pada tanggal 15 Juni waktu Indonesia Barat.
Bagi Endo, laga pembuka ini terasa sangat istimewa karena ia akan bertemu dengan banyak rekan setimnya di Liverpool. Beberapa nama pemain bintang Belanda yang merupakan rekan setimnya di level klub adalah Virgil van Dijk, Cody Gakpo, Ryan Gravenberch, hingga Jeremie Frimpong.
Endo menceritakan bahwa percakapan mengenai pertemuan ini sebenarnya sudah terjadi sebelum pengundian grup dilakukan. Cody Gakpo sempat melontarkan candaan bahwa mereka mungkin saja berada dalam grup yang sama di turnamen nanti.
Pemain yang kini memasuki Piala Dunia ketiganya tersebut mengakui bahwa candaan Gakpo ternyata menjadi kenyataan. Ia merasa sangat bersemangat untuk bertarung di lapangan melawan para pemain yang biasanya bekerja sama dengannya di Liga Inggris.
Selain bertemu dengan rombongan pemain Belanda dari Liverpool, Endo juga dijadwalkan bersua dengan Alexander Isak. Isak merupakan penyerang andalan tim nasional Swedia yang juga memiliki hubungan baik dengannya.
Laga antara Jepang melawan Swedia sendiri rencananya akan diselenggarakan di Stadion Dallas pada tanggal 26 Juni mendatang. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 06.00 WIB untuk para penggemar di Indonesia.
Di sela-sela jadwal melawan dua tim kuat Eropa tersebut, Jepang tidak boleh lengah karena harus menghadapi Tunisia. Pertandingan melawan wakil Afrika ini akan berlangsung pada 21 Juni pukul 11.00 WIB di Stadion Monterrey.
Jepang mengusung ambisi yang sangat besar dalam partisipasi mereka di Piala Dunia edisi kali ini. Mereka ingin mencatatkan sejarah baru dengan melangkah lebih jauh dari babak 16 besar yang selama ini menjadi tembok penghalang.
Endo menegaskan bahwa sebagai representasi dari negara Jepang, mereka merasa memiliki kemampuan untuk mengejutkan dunia. Keyakinan ini muncul meskipun ia menyadari bahwa setiap tim yang lolos ke Piala Dunia memiliki kekuatan yang luar biasa.
Menurut kapten Samurai Biru ini, setiap negara peserta pasti melakukan persiapan yang sangat matang untuk turnamen sekelas ini. Namun, hal tersebut justru menambah motivasi para pemain Jepang untuk memberikan penampilan terbaik mereka di setiap laga.
Tim yang berada di bawah asuhan pelatih Hajime Moriyasu ini memang memiliki rekam jejak yang cukup solid di panggung dunia. Sejauh ini, tim nasional Jepang sudah berhasil menembus babak 16 besar sebanyak empat kali dari tujuh kali keikutsertaan.
Sayangnya, langkah mereka selalu terhenti di babak tersebut dan belum pernah mencicipi atmosfer babak perempat final. Kegagalan paling menyakitkan terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar saat mereka dikalahkan oleh timnas Kroasia.
Kala itu, Jepang harus menyerah melalui babak adu penalti dengan skor akhir 1-3. Sebelumnya, kedua tim bermain sangat sengit dengan skor imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu berakhir.
Berikut adalah ringkasan jadwal lengkap pertandingan Timnas Jepang di Grup F Piala Dunia 2026:
| Hari & Tanggal | Lawan Bertanding | Waktu (WIB) | Lokasi Stadion |
|---|---|---|---|
| Senin, 15 Juni | Belanda vs Jepang | 03.00 WIB | Stadion Dallas |
| Minggu, 21 Juni | Tunisia vs Jepang | 11.00 WIB | Stadion Monterrey |
| Jumat, 26 Juni | Jepang vs Swedia | 06.00 WIB | Stadion Dallas |
Tabel di atas menunjukkan rangkaian perjalanan berat yang harus dilalui oleh skuat Samurai Biru di fase grup. Dua pertandingan krusial mereka akan dilangsungkan di Dallas, sementara satu laga tengah berlangsung di Monterrey.
Di sisi lain, muncul berbagai prediksi menarik mengenai peta kekuatan tim di Piala Dunia 2026 ini. Salah satunya datang dari ekonom Joachim Klement yang menggunakan model statistik untuk memprediksi calon juara.
Klement memfavoritkan tim nasional Belanda sebagai kandidat kuat peraih trofi juara pada edisi kali ini. Prediksi ini cukup menarik perhatian karena sang ekonom memiliki rekam jejak akurasi yang tinggi sejak tahun 2014.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, juga telah merilis daftar 26 pemain yang akan dibawa untuk terbang ke Amerika Utara. Meskipun beberapa pemain kunci sempat mengalami masalah kebugaran, Koeman tetap memercayakan posisi mereka dalam tim utama.
Ambisi besar Belanda juga ditegaskan oleh pemain belakang mereka, Denzel Dumfries. Ia menyatakan bahwa memenangkan gelar juara adalah target utama sebagai penebusan atas kegagalan mereka pada edisi-edisi sebelumnya.
Namun, Belanda harus menerima kabar kurang mengenakkan mengenai kondisi beberapa pemain bertahan dan gelandangnya. Matthijs de Ligt dipastikan harus absen dari turnamen ini karena harus menjalani operasi akibat cedera punggung yang cukup serius.
Selain De Ligt, bintang muda Xavi Simons juga dipastikan tidak bisa memperkuat Belanda di Piala Dunia 2026. Cedera ACL yang dialaminya saat membela klub di Liga Primer Inggris memaksanya harus menepi dalam waktu yang cukup lama.
Kabar mengenai skuad Jepang juga datang dari Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) yang telah meresmikan daftar pemain mereka. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemanggilan bek senior Yuto Nagatomo ke dalam skuat utama.
Dengan pemanggilan ini, Nagatomo akan mencatatkan sejarah luar biasa sebagai pemain Jepang pertama yang tampil di lima edisi Piala Dunia. Pengalamannya diharapkan mampu membimbing para pemain muda dalam menghadapi tekanan di turnamen besar.
Selain fokus pada Piala Dunia, Jepang juga dipastikan akan menjadi batu sandungan bagi Timnas Indonesia di ajang lain. Pada Piala Asia 2027 mendatang, skuat Garuda dijadwalkan berada dalam satu grup yang sama dengan Jepang dan juga Qatar.
Dominasi Jepang di kancah Asia memang sangat terasa, termasuk pada kategori umur yang lebih muda. Baru-baru ini, Timnas U-17 Indonesia harus menelan kekalahan 1-3 dari Jepang yang mengakibatkan pupusnya mimpi menuju Piala Dunia U-17.
Kekalahan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan sepak bola di Jepang sangatlah konsisten. Hal inilah yang membuat tim senior mereka selalu tampil percaya diri saat harus berhadapan dengan raksasa dunia seperti Belanda.
Dengan semangat yang dibawa oleh Wataru Endo, Jepang berharap bisa memberikan kejutan besar bagi para pecinta sepak bola. Laga pembuka melawan Belanda akan menjadi tolok ukur sejauh mana kesiapan mereka bersaing di level tertinggi.