Memahami Sejarah dan Keutamaan Ibadah Kurban dalam Islam

Memahami Sejarah dan Keutamaan Ibadah Kurban dalam Islam
Foto: Ilustrasi Memahami Sejarah dan Keutamaan Ibadah Kurban dalam Islam.

Pemerintah menetapkan bahwa Iduladha 1443 Hijriah jatuh pada 10 Juli 2022. Selain melaksanakan salat Iduladha secara berjamaah, umat Islam yang memiliki kemampuan ekonomi dianjurkan untuk menunaikan ibadah kurban.

Ibadah yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, atau kerbau ini memiliki sejarah yang sangat bermakna. Seperti diberitakan oleh Popbela, kisah kurban menyimpan perjalanan spiritual yang mendalam.

Perintah berkurban bermula saat Nabi Ibrahim AS mendapatkan mimpi pada suatu malam. Beliau bermimpi untuk menyembelih putra yang sangat dinantikannya, Ismail.

Ubaid ibnu Umair menyebutkan bahwa mimpi para nabi merupakan sebuah wahyu. Nabi Ibrahim AS kemudian menyampaikan isi mimpi tersebut kepada sang anak. Kisah ini tercantum dalam Alquran surat As-Saffat ayat 102.

"Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, 'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.'"

Setelah Ismail menyatakan kesiapannya, ayah dan anak ini bersiap menjalankan perintah tersebut. Namun, saat Ismail baru saja dibaringkan, Allah SWT mengganti sembelihan itu dengan seekor kambing gibas.

Peristiwa ini diabadikan dalam surat As-Saffat ayat 103-110.

"Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). Lalu Kami panggil dia, 'Wahai Ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.' Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, 'Selamat sejahtera bagi Ibrahim.' Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

Kurban di Masa Nabi Adam AS

Praktik berkurban sebenarnya juga pernah terjadi pada masa Nabi Adam AS. Dua putra beliau, Qabil dan Habil, melakukan persembahan ini saat terlibat dalam perseteruan.

Kisah mengenai kedua putra Nabi Adam AS ini tertulis dalam surat Al-Maidah ayat 27-31.

"Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, 'Sungguh, aku pasti akan membunuhmu.' Dia (Habil) berkata, 'Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam. Sesungguhnya aku ingin engkau kembali (kepada-Nya) dengan (membawa) dosa (karena membunuh)-ku dan dosamu (sebelum itu) sehingga engkau akan termasuk penghuni neraka. Itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.' Kemudian, hawa nafsunya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya. Maka, dia pun (benar-benar) membunuhnya sehingga dia termasuk orang-orang yang rugi."

Waktu Pelaksanaan Penyembelihan Kurban

Ibadah kurban mulai disyariatkan dalam Islam pada tahun ketiga Hijriah. Momentum ini bertepatan dengan diwajibkannya zakat dan pelaksanaan salat hari raya.

Perintah beribadah kurban ini ditegaskan dalam Alquran, salah satunya pada surat Al-Kautsar ayat 2.

┘üÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘É ┘ä┘ÉÏ▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘â┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘å┘ÆÏ¡┘ÄÏ▒┘Æ█ù

"Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!"

Mengenai waktu pelaksanaan, Rasulullah SAW menjelaskan melalui sebuah hadis bahwa penyembelihan dilakukan pada hari tasyrik, yaitu tanggal 10 sampai 13 Zulhijah.

"Semua hari Tasyrik adalah waktu menyembelih kurban," (HR Ahmad).

Hadis lain juga menerangkan bahwa ibadah kurban berfungsi sebagai penyempurna ketakwaan seorang hamba Muslim.

"Barang siapa menyembelih hewan kurban sebelum salat (Idul Adha) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa menyembelih kurban sesudah salat (Idul Adha) dan dua khutbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan Islam." (HR Imam Bukhari)

Keutamaan Menunaikan Kurban

Berkurban tergolong sebagai salah satu amal ibadah yang amat dicintai oleh Allah SWT. Melalui riwayat dari Aisyah RA, Rasulullah SAW memaparkan keutamaan besar di balik anjuran berkurban bagi umat Islam.

"Tidak ada satu amal pun yang dilakukan anak cucu Adam pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amalan menumpahkan darah (hewan). Sesungguhnya ia (hewan-hewan yang dikurbankan itu) pada hari kiamat kelak akan datang dengan diiringi tanduk, kuku, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah yang ditumpahkan (dari hewan itu) telah diletakkan Allah SWT di tempat khusus sebelum ia jatuh ke permukaan tanah. Oleh karena itu, doronglah diri kalian untuk suka berkurban." (HR al Hakim, Ibnu Majah, dan at Tirmidzi)

Artikel terkait

Rekomendasi