Tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026 kini memikul ekspektasi besar untuk tampil impresif di depan publik sendiri, seperti dikutip dari Suara.
Bagi Meksiko, tekanan terasa paling besar karena El Tri ingin mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali mencapai perempat final Piala Dunia saat menjadi tuan rumah pada 1970 dan 1986.
Pelatih Javier Aguirre optimistis atmosfer positif mulai terasa di negaranya menjelang turnamen dan menyebut antusiasme publik kali ini mengingatkannya pada era emas sepak bola Meksiko puluhan tahun lalu.
"Kami semua berada di kapal yang sama. Ada semangat besar untuk mencetak sejarah dan itu mengingatkan saya pada 40 tahun lalu," ujar Aguirre dilansir dari RFI.
Meksiko datang dengan generasi pemain yang tampil di liga-liga top Eropa seperti Obed Vargas, Mateo Chavez, hingga Edson Alvarez yang diharapkan membawa perubahan besar.
Namun, kondisi kebugaran Alvarez dan striker Santiago Gimenez masih menjadi perhatian setelah keduanya menjalani operasi pergelangan kaki.
Meski begitu, Meksiko tetap percaya diri setelah sukses menjuarai Gold Cup dan Concacaf Nations League bersama Aguirre.
Meksiko akan membuka Piala Dunia menghadapi Timnas Afrika Selatan di Estadio Azteca sebelum menghadapi Korea Selatan dan Republik Ceko di fase grup.
Sementara itu, Amerika Serikat datang dengan target paling ambisius dalam sejarah mereka di bawah asuhan Mauricio Pochettino.
Tim asuhan Mauricio Pochettino membidik pencapaian lebih jauh dari sekadar fase gugur.
Pochettino menegaskan tantangan terbesar bukan hanya hasil di lapangan, tetapi juga membangun koneksi kuat dengan suporter lokal.
"Kami ingin menciptakan energi dan sinergi yang penting antara tim dan fans," kata mantan pelatih Chelsea dan PSG tersebut.
Amerika Serikat memiliki skuad dengan banyak pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa seperti Weston McKennie dan Gio Reyna.
Selain itu, performa striker Folarin Balogun dan Ricardo Pepi juga menjadi harapan baru bagi lini serang mereka.
Meski demikian, cedera Johnny Cardoso dan menurunnya performa Christian Pulisic membuat perjalanan AS diprediksi tidak mudah.
Amerika Serikat akan memulai turnamen melawan Timnas Paraguay di Los Angeles sebelum menghadapi Australia dan Turki.
Kebangkitan Alphonso Davies dan Harapan Baru Kanada
Di sisi lain, Kanada berharap pada kebangkitan sang kapten, Alphonso Davies, yang masih berjuang pulih dari cedera.
Bek kiri andalan itu mendapati cedera saat semifinal Liga Champions melawan PSG.
Pelatih Jesse Marsch yakin Davies tetap bisa tampil di Piala Dunia meski kemungkinan absen pada laga pembuka.
Kanada sendiri mulai mendapat perhatian dunia setelah tampil impresif di Copa America 2024 dan merepotkan Argentina di semifinal.
Selain Davies, striker Jonathan David juga menjadi andalan utama tim.
Kanada dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Qatar, serta Swiss di fase grup.
Dengan generasi terbaik yang mereka miliki saat ini, Kanada berharap bisa mencatat kemenangan pertama dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.