PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) resmi menyetujui pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2026. Dikutip dari Stocksetup, total dividen yang akan dibayarkan mencapai Rp580,07 miliar.
Nilai tersebut setara dengan payout ratio sebesar 35 persen dari total laba bersih perseroan. Pemegang saham dijadwalkan menerima dividen tunai sebesar Rp7,61 per lembar saham.
Sebagai bagian dari grup keuangan Maybank asal Malaysia, BNII merupakan bank swasta nasional yang menyediakan layanan perbankan universal. Fokus bisnisnya mencakup segmen ritel, komersial, hingga korporasi dengan jaringan regional yang terintegrasi.
RUPS 2026 juga menetapkan perubahan signifikan dalam susunan dewan komisaris dan direksi. Langkah ini diambil guna memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang melalui program transformasi bisnis bertajuk ROAR30.
Posisi Presiden Komisaris kini dijabat oleh DatoÔÇÖ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid. Selain itu, DatoÔÇÖ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita DatoÔÇÖ Hashim resmi menduduki kursi Komisaris perusahaan.
Pada jajaran direksi, Mariana Husin ditetapkan sebagai Direktur baru. Sementara itu, Edwin Gerungan dan Ricky Antariksa telah mengakhiri masa jabatannya masing-masing sebagai komisaris dan direktur.
Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Hendar sebagai Komisaris Independen dan Effendi sebagai Direktur. Perubahan manajemen ini diharapkan mampu memperkokoh peran BNII sebagai induk konglomerasi keuangan Maybank di Indonesia.
Kinerja Keuangan dan Lini Bisnis Utama
Sepanjang tahun 2025, kinerja keuangan BNII menunjukkan tren pemulihan yang solid dengan perolehan laba bersih sekitar Rp1,66 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 48,5 persen secara tahunan (YoY).
Perseroan juga mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp2,22 triliun, atau meningkat 38,9 persen. Faktor pendorong utama lonjakan laba ini adalah efisiensi operasional dan penurunan biaya provisi.
Pendapatan non-bunga dari sektor global markets serta wealth management turut berkontribusi besar pada kinerja positif tersebut. Hal ini menandai kebangkitan emiten setelah sempat mengalami fluktuasi kinerja pada periode 2024.
Saat ini, lini bisnis BNII terbagi ke dalam beberapa sektor strategis, meliputi perbankan ritel, kredit konsumsi, KPR, hingga kartu kredit. Selain itu, terdapat divisi global markets yang menangani transaksi valas dan obligasi.
Anak Usaha dan Ekosistem Keuangan
Dalam menjalankan operasionalnya, BNII didukung oleh berbagai anak usaha di bidang sekuritas, asuransi, multifinance, dan manajemen aset. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan BNII sebagai pusat koordinasi seluruh layanan jasa keuangan grup tersebut.