Persaingan balap kelas Moto3 2026 akan berlanjut di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada 15-17 Mei mendatang. Sorotan utama tertuju pada Maximo Quiles, murid Marc Marquez yang kini tengah memimpin klasemen sementara.
Seperti dikutip dari Kompas, Quiles datang ke Catalunya dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi. Hal ini menyusul dominasinya pada seri sebelumnya di GP Prancis yang berlangsung di Sirkuit Le Mans.
Pembalap muda asal Spanyol tersebut berhasil meraih kemenangan ketiganya musim ini setelah finis terdepan di lintasan basah Le Mans. Sebelumnya, Quiles juga mencatatkan podium tertinggi pada seri Brasil dan Spanyol.
"Saya sangat senang setelah kemenangan yang saya dapatkan di Prancis," kata Quiles melalui laman resmi Aspar Team.
"Saya tiba di Barcelona dengan motivasi tinggi dan tentunya ingin mendapatkan hasil lebih," lanjutnya.
Meskipun saat ini sedang menduduki posisi puncak klasemen, Quiles menegaskan bahwa dirinya tidak ingin cepat merasa puas. Ia berambisi untuk terus mengukir sejarah baru di ajang Moto3 melalui catatan kemenangan yang konsisten.
Quiles bahkan secara terbuka menyatakan enggan mengikuti jejak legenda balap Angel Nieto yang pernah memilih berlibur saat tampil dominan. Ia lebih memilih untuk tetap menjaga fokus dan terus membalap demi memecahkan rekor yang ada.
"Tetapi untuk terus menambah catatan positif ini, saya harus fokus dan melakukannya selangkah demi selangkah," ujar Quiles.
"Saya akan melanjutkan pekerjaan ini bersama tim saya dengan cara yang sama di setiap sesi," tutur pembalap muda itu.
"Tidak, saya ingin terus lanjut tampil," kata Quiles menanggapi perbandingan dengan masa lalu.
"Itu era yang berbeda, saya ingin memecahkan rekor dan membuat sejarah, itulah target saya, dan saya juga ingin berbeda," imbuhnya.
Konsistensi Veda Ega Pratama di Musim Debut
Di sisi lain, pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, juga diprediksi akan memberikan perlawanan sengit. Rider andalan Honda Team Asia ini datang ke Catalunya dengan membawa tren positif dari seri sebelumnya.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu baru saja menyelesaikan balapan di posisi keempat pada GP Prancis. Prestasi ini menambah catatan impresif Veda yang sebelumnya juga sempat meraih podium saat mengaspal di Brasil.
Sepanjang musim debutnya di tahun 2026, Veda menunjukkan performa yang cukup stabil dengan konsisten menembus posisi 10 besar. Satu-satunya kendala yang ia alami adalah gagal meraih poin di Circuit of The Americas akibat mengalami insiden kecelakaan.
Performa stabil sebagai pendatang baru atau rookie membuat Veda Ega Pratama kembali menjadi salah satu pembalap yang layak diwaspadai pada gelaran Moto3 Catalunya akhir pekan ini.