Pelatih SS Lazio Maurizio Sarri mengisyaratkan bakal meminta pemutusan kontrak kerja sama dengan manajemen klub dalam waktu dekat menyusul rasa kecewanya sepanjang musim ini. Sinyal hengkang tersebut disampaikan setelah laga penutup Serie A saat Lazio menang 2-1 atas Pisa pada Minggu, 24 Mei 2026, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Kemenangan tipis di laga pamungkas tersebut diraih The Aquile lewat gol Fisayo Dele-Bashiru dan Pedro Rodríguez setelah sempat tertinggal oleh sundulan Stefano Moreo. Hasil ini menempatkan Lazio di peringkat kesembilan klasemen akhir Serie A, yang membuat mereka gagal menembus zona kompetisi Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun.
"Saya berterima kasih kepada para pemain untuk musim yang melelahkan ini, karena meskipun kami melakukan kesalahan dalam beberapa pertandingan, kami tidak pernah menyerah," ujar Maurizio Sarri, Pelatih SS Lazio.
Pelatih berusia 67 tahun tersebut kemudian menambahkan pandangannya mengenai kualitas moral para pemain yang telah berjuang keras sepanjang kompetisi berlangsung.
"Saya katakan kepada mereka bahwa mereka mungkin bukan tim yang paling berbakat secara teknis, tetapi mereka mungkin adalah tim dengan nilai-nilai moral terbesar yang pernah saya latih. Musim ini bisa saja berjalan jauh, jauh lebih buruk," kata Maurizio Sarri, Pelatih SS Lazio.
Meskipun Lazio sempat melaju hingga babak final Coppa Italia sebelum akhirnya takluk 2-0 dari Inter Milan, rumor yang beredar menyebutkan laga kontra Pisa menjadi momen terakhir Sarri. Ia kini bahkan mulai dikaitkan dengan posisi kepelatihan di Atalanta untuk musim depan.
"Saya tidak tahu, karena saya masih terikat kontrak, jadi kami akan mengevaluasi segalanya selama beberapa hari dan minggu ke depan," tutur Maurizio Sarri, Pelatih SS Lazio.
Kekecewaan Sarri terhadap jajaran manajemen klub dipicu oleh berbagai persoalan pelik, mulai dari masalah embargo transfer, ketidaksetujuan atas kebijakan penjualan pemain, hingga aksi boikot laga kandang oleh para suporter.
"Saya tidak terlalu senang, karena musim ini saya merasa bahwa saya tidak didengar. Ada sebuah kontrak, jadi kita lihat saja nanti," ucap Maurizio Sarri, Pelatih SS Lazio.
Sarri menegaskan bahwa dinamika internal yang dihadapinya merupakan persoalan panjang yang menuntut penyelesaian langsung secara internal bersama pihak hierarki klub.
"Ini adalah cerita panjang untuk dibahas, dan saya pikir saya harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan klub secara langsung, tatap muka," tambah Maurizio Sarri, Pelatih SS Lazio.
Kendati situasi musim ini berjalan rumit, mantan pelatih Juventus tersebut menganggap pengalaman mendampingi Biancocelesti memberikan banyak sudut pandang baru dalam karier kepelatihannya.
"Tahun seperti ini memberikan banyak pelajaran. Meski begitu, ini akan lebih baik untuk pelatih berusia 40-an daripada saya, tetapi ini mengajarkan Anda banyak hal," lanjut Maurizio Sarri, Pelatih SS Lazio.
Saat dikaitkan dengan peluang kembali menuju Napoli seiring munculnya ketertarikan dari mantan klubnya tersebut, Sarri memilih memberikan jawaban yang diplomatis karena statusnya saat ini.
"Saya tidak tahu. Saya memiliki kontrak di sini, jadi sulit bagi saya untuk menjawab pertanyaan jenis ini. Jika saya tidak memiliki kontrak dalam beberapa hari ke depan, barulah kita bisa bicara," pungkas Maurizio Sarri, Pelatih SS Lazio.