Masa Depan Pep Guardiola di Manchester City Terancam Dakwaan Finansial

Masa Depan Pep Guardiola di Manchester City Terancam Dakwaan Finansial
Foto: Ilustrasi Masa Depan Pep Guardiola di Manchester City Terancam Dakwaan Finansial.

Masa depan kepelatihan Pep Guardiola bersama Manchester City kini berada dalam ketidakpastian. Pelatih asal Spanyol tersebut dilaporkan berpotensi meninggalkan klub pada akhir musim ini, seperti dikutip dari Suara.

Langkah potensial ini mengemuka di tengah bayang-bayang 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League yang menjerat Manchester City. Kasus ini diduga dapat mengancam warisan prestasi yang telah dibangun sang manajer di Inggris.

Selama sepuluh musim mengarsiteki Manchester City, Guardiola sukses mempersembahkan enam gelar Premier League. Prestasi tersebut mencakup rekor empat trofi beruntun, serta gelar juara Liga Champions dan treble winners pada tahun 2023.

Namun, hingga saat ini komisi independen belum mengeluarkan keputusan resmi terkait dugaan pelanggaran finansial yang dihadapi klub sejak tahun 2023. Proses hukum tersebut masih terus berjalan tanpa kepastian waktu.

Rentetan dakwaan itu meliputi dugaan manipulasi laporan keuangan, pelanggaran regulasi Financial Fair Play (FFP), hingga aturan profitabilitas liga. Seluruh dugaan pelanggaran ini terjadi dalam periode tahun 2009 sampai 2018.

Meskipun tidak ada tuduhan yang mengarah langsung kepada Guardiola, sebagian dari periode yang diinvestigasi tersebut berlangsung ketika ia sudah menjabat sebagai manajer di Stadion Etihad. Kasus ini awalnya mencuat setelah media Jerman, Der Spiegel, mempublikasikan bocoran dokumen internal pada 2018.

Manchester City dituding menyamarkan investasi langsung dari pemilik klub, Sheikh Mansour, lewat perusahaan sponsor seperti Etihad dan Etisalat. Langkah ini diduga dilakukan untuk mengakali aturan FFP dari UEFA serta Premier League.

Klub berjuluk The Citizens tersebut juga menghadapi tuduhan mengenai pembayaran tersembunyi kepada mantan manajer Roberto Mancini. Selain itu, muncul dugaan manipulasi pengeluaran transfer pemain demi menjaga kesehatan neraca keuangan klub.

Pihak manajemen Manchester City sendiri telah berulang kali membantah dengan tegas seluruh tuduhan tersebut sejak tahun 2023. Mereka mengklaim bahwa kebocoran dokumen internal itu merupakan upaya sengaja untuk merusak reputasi klub.

Apabila Manchester City terbukti bersalah dalam persidangan, banyak pengamat menilai pencapaian besar Guardiola akan memicu perdebatan panjang. Klub-klub rival berpandangan bahwa pelanggaran finansial memberi keuntungan besar bagi City dalam menyusun skuad bintang.

Mantan manajer Chelsea dan Manchester United, Jose Mourinho, bahkan sempat melontarkan sindiran terkait situasi ini. Mourinho menyatakan bahwa dirinya memenangkan trofi Premier League secara bersih dan adil.

Di sisi lain, Guardiola secara konsisten terus memberikan pembelaan terhadap jajaran manajemen klub. Pada tahun 2022, ia sempat menyatakan sikap akan langsung angkat kaki dari Stadion Etihad jika terbukti dibohongi oleh para petinggi Manchester City.

"Mereka menjelaskan semuanya dan saya percaya kepada mereka," bela Guardiola seperti dilansir dari BBC.

Artikel terkait

Rekomendasi