Jababeka Bukukan Marketing Sales Rp540 Miliar pada Kuartal I/2026

Jababeka Bukukan Marketing Sales Rp540 Miliar pada Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi Jababeka Bukukan Marketing Sales Rp540 Miliar pada Kuartal I/2026.

PT Jababeka Tbk. (KIJA) mencatatkan perolehan penjualan pemasaran atau marketing sales sebesar Rp540 miliar pada kuartal pertama 2026. Capaian ini dilaporkan telah memenuhi 14 persen dari total target tahunan perseroan yang dipatok pada angka Rp3,75 triliun, sebagaimana dilansir dari Market pada Jumat (1/5/2026).

Sekretaris Perusahaan KIJA Muljadi Suganda menjelaskan bahwa komposisi penjualan berasal dari wilayah Cikarang sebesar 38 persen yang didorong oleh transaksi lahan dengan perusahaan tekstil nasional. Sementara itu, wilayah pengembangan lainnya memberikan kontribusi dominan hingga 62 persen bagi perseroan.

"Selain itu, dari kawasan memberikan kontribusi sebesar 62%, didukung oleh penjualan tanah seluas 7 hektare kepada perusahaan baterai dan 6 hektare kepada perusahaan bahan bangunan dari China," ujarnya dalam pernyataan tertulis yang dikutip, Jumat (1/5/2026).

Target tahunan KIJA sebesar Rp3,75 triliun terbagi atas kontribusi Cikarang senilai Rp1,25 triliun dan wilayah Kendal sebesar Rp2,5 triliun. Alokasi di Cikarang mencakup pengembangan lahan industri senilai Rp800 miliar serta residensial dan komersial sebesar Rp450 miliar.

Manajemen KIJA juga telah menyelesaikan serah terima unit Jababeka Bizpark fase pertama setelah melihat tingginya minat pasar pada segmen tersebut. Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini menyebut pertumbuhan permintaan fasilitas logistik selaras dengan ekspansi sektor e-commerce saat ini.

"Capaian ini makin menegaskan tingginya minat pasar terhadap produk yang fleksibel, fungsional, dan relevan dengan kebutuhan bisnis modern," katanya

Kawasan Bekasi dan koridor timur Jakarta dinilai tetap dominan berkat infrastruktur yang terintegrasi dengan pelabuhan utama. Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa penyerapan pada penjualan pergudangan Bizpark tahap kedua kini telah mencapai angka 90 persen.

Secara finansial, Jababeka membukukan pendapatan konsolidasi Rp1,19 triliun pada kuartal I/2026, sedikit menurun dari Rp1,29 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini berdampak pada laba bersih perseroan yang tercatat sebesar Rp164 miliar, dibandingkan Rp200,5 miliar pada kuartal I/2025.

EBITDA perusahaan juga terkoreksi menjadi Rp383,1 miliar seiring dengan penurunan laba kotor. Meski demikian, pilar infrastruktur menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 15 persen menjadi Rp654,7 miliar yang didorong oleh kenaikan konsumsi listrik para penyewa di kawasan industri Kendal dan Cikarang.

Sektor jasa pemeliharaan lingkungan dan pengelolaan limbah turut melonjak ke angka Rp173,3 miliar. Di sisi lain, pilar leisure dan hospitality tetap stabil menyumbang pendapatan sebesar Rp30,3 miliar yang bersumber utama dari pengelolaan bisnis golf.

Artikel terkait

Rekomendasi