Mark Ruffalo Protes Rencana Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros

Mark Ruffalo Protes Rencana Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros
Foto: Ilustrasi Mark Ruffalo Protes Rencana Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros.

Aktor kawakan Mark Ruffalo menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai masa depan industri hiburan global. Dilansir dari Detikcom, bintang film Avengers tersebut menyoroti munculnya iklim ketakutan di kalangan pekerja seni Hollywood.

Kekhawatiran ini dipicu oleh rencana penggabungan bisnis atau merger antara dua raksasa media, Paramount dan Warner Bros Discovery. Ruffalo menyampaikan pandangannya melalui opini terbaru yang ditulis bersama Matt Stoller, Direktur Riset American Economic Liberties Project.

Dalam laporannya, Ruffalo mengklaim bahwa banyak aktor dan kreator papan atas sebenarnya menentang keras kesepakatan bisnis senilai $110 miliar tersebut. Namun, sebagian besar dari mereka memilih untuk tetap bungkam karena khawatir akan dampak pada karier mereka.

"Merger ini akan menyebabkan banyak kerugian di Hollywood, namun satu dampak sudah mulai terasa: orang-orang takut untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan tentang industri mereka sendiri," tulis Ruffalo.

Banyak pekerja seni menolak mencantumkan nama mereka dalam petisi terbuka karena takut menghadapi aksi balas dendam profesional. Mereka khawatir akan dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh studio-studio besar jika berani bersuara.

Saat ini, gerakan bertajuk Block the Merger dilaporkan telah berhasil mengumpulkan lebih dari 4.000 tanda tangan. Sejumlah nama besar di industri film diketahui telah memberikan dukungan resmi mereka terhadap kampanye tersebut.

Beberapa figur publik yang ikut menandatangani petisi ini antara lain Jane Fonda, Joaquin Phoenix, Pedro Pascal, hingga Kristen Stewart. Meski demikian, Ruffalo menekankan masih banyak aktor kategori A-lister yang absen karena takut kehilangan peluang kerja.

Kekhawatiran utama para pekerja seni mencakup penyusutan jumlah studio besar di Hollywood menjadi hanya empat perusahaan. Kondisi ini dinilai akan mempersempit ruang bagi para kreator untuk menjual ide dan karya orisinal mereka.

Dampak Ekonomi dan Pengurangan Proyek

Konsolidasi perusahaan berskala besar seperti ini biasanya diikuti dengan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Selain itu, terdapat ancaman pembatalan berbagai proyek film demi efisiensi dan penghematan biaya perusahaan.

Ruffalo memperingatkan pihak regulator agar tidak mudah mempercayai janji-janji yang diberikan oleh pihak korporasi. Ia menilai rencana ini lebih didorong oleh kepentingan finansial kelompok tertentu daripada kemajuan industri kreatif.

Rencana akuisisi Warner Bros Discovery oleh Paramount Skydance sendiri sebenarnya telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham pada April 2026. Kendati demikian, proses ini belum sepenuhnya selesai karena harus melewati tahap tinjauan hukum.

Kesepakatan tersebut kini berada di bawah pengawasan ketat regulator antimonopoli serta Jaksa Agung di beberapa negara bagian, termasuk California. Di sisi lain, pihak Paramount memberikan pembelaan bahwa merger ini justru akan membuka peluang global bagi para talenta untuk berkarya.

Artikel terkait

Rekomendasi