Mark Dynamics Indonesia Bagikan Dividen Rp90 per Saham

Mark Dynamics Indonesia Bagikan Dividen Rp90 per Saham
Foto: Ilustrasi Mark Dynamics Indonesia Bagikan Dividen Rp90 per Saham.

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) memutuskan untuk membagikan total dividen sebesar Rp90 per saham kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari Money.

Alokasi dividen emiten berkode saham MARK tersebut bersumber dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 serta tambahan yang diambil dari saldo laba ditahan perseroan hingga tahun buku 2024.

Secara terperinci, perseroan menetapkan total dividen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp70 per saham, di mana dividen interim tahap pertama sebesar Rp20 per saham telah dibayarkan pada 29 Agustus 2025.

Selanjutnya, dividen interim tahap kedua sebesar Rp20 per saham juga telah digelontorkan pada 27 November 2025, sehingga sisa dividen tunai yang akan dibagikan adalah sebesar Rp30 per saham.

Pemegang saham juga disetujui untuk menerima tambahan dividen sebesar Rp20 per saham dari saldo laba ditahan hingga tahun buku 2024, sehingga total keseluruhan dividen mencapai Rp90 per saham.

Akumulasi total dividen yang dibayarkan oleh perseroan mencapai Rp342 miliar, yang mencerminkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio sekitar 120 persen.

Kebijakan yang tetap agresif dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham tersebut didukung oleh posisi kas yang sehat serta akumulasi saldo laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya.

Manajemen menetapkan jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Mei 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 20 Mei 2026.

Adapun jadwal cum dividen di pasar tunai akan berlangsung pada 21 Mei 2026 disusul ex dividen di pasar tunai pada 22 Mei 2026, dengan recording date pada 21 Mei 2026 dan pembayaran dividen tunai pada 10 Juni 2026.

"Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio yang tinggi sebagai bentuk komitmen kami kepada pemegang saham. Di saat yang sama, kondisi fundamental dan arus kas Perseroan tetap sehat sehingga masih memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi usaha ke depan," ujar Ridwan dalam siaran pers, Senin (18/5/2026).

Penjualan MARK tercatat didominasi oleh pasar ekspor dengan persentase di atas 80 persen menggunakan denominasi dollar AS, yang memberikan keuntungan berupa natural hedge terhadap fluktuasi nilai tukar.

Perseroan mematok target pertumbuhan laba bersih sekitar 20 persen pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh efisiensi operasional, optimalisasi kapasitas produksi, dan permintaan ekspor yang solid.

Kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran hantavirus kembali memicu sentimen positif pada industri sarung tangan global, yang turut mendorong penguatan saham produsen utama di Malaysia seperti Top Glove, Hartalega, Kossan, dan Supermax.

Kenaikan kewaspadaan global terhadap wabah virus secara historis selalu diikuti peningkatan permintaan sarung tangan medis, sehingga MARK optimistis berada di posisi strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan cetakan sarung tangan.

Artikel terkait

Rekomendasi