Marie-Louise Eta resmi mengukir sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai pelatih di kompetisi kasta tertinggi Jerman, Bundesliga, saat memimpin skuad Union Berlin menghadapi Wolfsburg pada Sabtu (18/4/2026) malam WIB. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Alten Forsterei tersebut menandai debutnya sebagai pelatih interim Die Eisernen.
Dilansir dari Detik Sport, manajemen Union Berlin menunjuk Eta untuk menggantikan posisi Steffen Baumgart yang diberhentikan pada akhir pekan lalu. Sebelumnya, sosok kelahiran 19 Juli 1991 ini bertugas sebagai pelatih tim U-19 sebelum akhirnya dipromosikan untuk menangani tim utama hingga akhir musim 2025/2026.
Hasil akhir laga debut tersebut belum berpihak pada Union Berlin setelah mereka dipaksa menyerah dengan skor 2-1 oleh tim tamu, Wolfsburg. Meski mengalami kekalahan, penunjukan Eta mempertegas posisinya sebagai pionir kepelatihan perempuan di Jerman setelah sebelumnya sempat menjadi asisten pelatih di Liga Champions pada 2024.
Rekam jejak karier Eta mencatat kesuksesan besar saat masih menjadi pemain profesional bersama FFC Turbine Potsdam dengan meraih tiga gelar Frauen Bundesliga dan satu trofi Liga Champions Wanita. Setelah pensiun pada 2018, ia meniti karier kepelatihan mulai dari tim junior Werder Bremen hingga mendapatkan lisensi Pro pada tahun 2023.
"Saya senang berada di sini sekarang dan saya melakukan yang terbaik untuk membantu tim bersama-sama dengan staf pelatih. Pada akhirnya saya tidak sendirian kok," kata Eta, Pelatih Interim Union Berlin.
Penugasan utama Eta saat ini adalah memastikan Union Berlin tetap bertahan di kompetisi Bundesliga. Ia menjadi perempuan kedua di Jerman yang melatih tim utama putra setelah Sabrina Wittmann di divisi ketiga, namun yang pertama di level tertinggi.
"Kami dibantu banyak orang-orang baik sekarang dan kami akan menjalani langkah ini bersama0sama dan mendukung sama lain. Seperti yang saya bilang, tim ini masih punya harapan," ujar Eta, Pelatih Interim Union Berlin.
Pihak klub mengonfirmasi bahwa seluruh staf pelatih akan memberikan dukungan penuh kepada Eta selama masa transisi ini. Fokus tim kini beralih pada rangkaian pertandingan sisa musim untuk mengamankan poin dari zona degradasi.