Legenda AC Milan Marco Simone memberikan pujian tinggi terhadap proyek pembangunan klub Como 1907 yang dinilai memiliki kualitas permainan solid untuk menembus kompetisi antarklub Eropa. Dilansir dari Bola, klub milik Grup Djarum tersebut saat ini telah memastikan posisi di zona Eropa musim depan.
Hingga pekan ke-36 musim 2025-2026, Como menduduki peringkat keenam dengan raihan 65 poin. Tim asuhan Cesc Fabregas tersebut hanya berselisih dua angka dari AC Milan di posisi keempat dan tiga poin dari Juventus yang menempati peringkat ketiga klasemen sementara.
Marco Simone menilai investasi yang dilakukan manajemen Como sangat terencana sehingga memberikan dampak nyata pada performa tim di lapangan. Ia membandingkan kemajuan Como dengan kondisi mantan klubnya, AC Milan dan juga Juventus yang kini bersaing di papan atas.
"Untuk kualitas permainan dan proyeknya, ya," ujar Marco Simone.
Pria yang kini menjabat sebagai presiden sekaligus pelatih tim sepak bola putri Monaco United itu menekankan bahwa kejelasan visi menjadi kunci utama keberhasilan klub promosi tersebut.
"Mereka berinvestasi dengan cara yang seimbang, tetapi dengan proyek yang jelas dan mudah dipahami," ucap Marco Simone.
Bagi Simone, konsistensi dalam menjalankan filosofi permainan membuat Como memiliki nilai lebih dalam persaingan menuju kompetisi kasta tertinggi di Eropa.
"Dari cara mereka menjalankan filosofi mereka, mereka lebih layak pergi ke Liga Champions daripada Milan dan Juventus," ucap Marco Simone.
Di sisi lain, Simone mengkritik penurunan performa yang dialami AC Milan setelah hanya mampu meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di kompetisi domestik. Ia merasa identitas klub besar tersebut perlahan mulai memudar akibat banyaknya perubahan internal.
"Milan bukan lagi Milan, status, sejarah, kebesaran nama, semua komponen yang sudah tidak lagi terasa di lapangan." ujar Marco Simone.
Ia juga menyoroti absennya sosok pemimpin di jajaran direksi maupun presiden yang berdampak langsung pada mentalitas para pemain di setiap laga.
"Ini harus segera diperbaiki, karena hal ini sudah terjadi selama beberapa tahun dengan terlalu banyak perubahan di dalam klub, dengan presiden dan direktur yang absen." ucap Marco Simone.
Mantan penyerang yang membawa Milan juara Liga Champions era 1990-an ini menyarankan agar klub segera mendatangkan pemain yang memiliki karakter kuat sesuai identitas Rossoneri.
"Lalu tim juga seharusnya memiliki lebih banyak pemain penting, pemain khas Milan, bukan hanya penyerangnya." kata Marco Simone.
Menurutnya, saat ini hanya sedikit pemain di skuat Milan yang memiliki wibawa dan kemampuan teknis untuk mengangkat derajat tim di level tertinggi.
"Hanya Modric yang memiliki karisma tertentu, dengan status tertentu. Dibutuhkan klub dan tim yang benar-benar layak untuk Milan." tutur Marco Simone.
Simone kemudian memberikan pandangan khusus mengenai Rafael Leao yang dianggapnya memiliki bakat luar biasa namun masih terkendala masalah konsistensi permainan.
"Dia memiliki kualitas yang pantas untuk Milan. Namun dia tidak memiliki kemampuan untuk menampilkannya secara konsisten." ujar Marco Simone.
Ketidakkonsistenan Leao disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kontribusinya kurang maksimal bagi tim sepanjang musim berjalan.
"Kadang-kadang dia bahkan bisa memenangkan pertandingan sendirian, tetapi itu tidak cukup, terlalu sedikit." ucap Marco Simone.
Situasi tersebut semakin diperparah dengan hubungan sang pemain yang mulai merenggang dengan basis pendukung Milan di stadion.
"Dengan kualitas yang dia miliki, dia seharusnya bisa melakukan jauh lebih banyak. Sekarang hubungan dengan para suporter juga semakin memburuk." kata Marco Simone.
Simone menutup pernyataannya dengan meragukan masa depan penyerang asal Portugal tersebut jika tidak segera memperbaiki performa dan komunikasinya dengan penggemar.
"Saya kesulitan memahami apakah dia masih bisa diberi waktu lagi, hubungan itu tampaknya sudah sangat rusak," ucap Marco Simone.