Manchester United memastikan diri finis di peringkat ketiga Liga Inggris musim 2025/2026 setelah menumbangkan Nottingham Forest dengan skor tipis 3-2 di Stadion Old Trafford pada Minggu, 17 Mei 2026.
Kemenangan klub berjuluk Setan Merah tersebut diraih lewat gol Luke Shaw pada menit kelima, Matheus Cunha menit ke-55, dan Bryan Mbeumo menit ke-76, sedangkan gol balasan tim tamu dicetak oleh Morato menit ke-53 serta Morgan Gibbs-White menit ke-78.
Pertandingan pekan ke-37 ini diwarnai kontroversi VAR saat mengesahkan gol Cunha, serta keberhasilan kapten United, Bruno Fernandes, yang mencatatkan assist ke-20 musim ini untuk menyamai rekor sepanjang masa Premier League.
Sebelum pertandingan dimulai, pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, menyatakan komitmennya untuk memberikan jam terbang kepada para penggawa muda karena posisi lolos ke Liga Champions sudah aman.
ÔÇ£Seratus persen (menggunakan pemain muda). Itu adalah sesuatu yang sangat ingin kami izinkan dan bukan hanya tentang Shea (Lacey), tetapi saya pikir dalam hal melibatkan pemain muda,ÔÇØ kata Carrick seperti dilansir dari laman resmi Manchester United.
Carrick menambahkan bahwa para pemain muda tersebut sudah menjadi bagian integral dalam skuad utama selama ini.
ÔÇ£Dengar, mereka sangat terlibat di dalam dan di sekitar grup. Mereka memang selalu begitu,ÔÇØ tambah Carrick.
Di sisi lain, pelatih Nottingham Forest, Vitor Pereira, menegaskan bahwa timnya harus tetap menunjukkan karakter kuat tanpa memedulikan nama besar lawan yang dihadapi.
ÔÇ£Saya percaya dalam sepak bola kita harus menciptakan identitas dalam tim dan jika kita memiliki identitas itu, saya tidak peduli jika kita bermain melawan Manchester United,ÔÇØ tutur Pereira.
Pereira juga menyatakan bahwa dirinya menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap sejarah besar tim tuan rumah.
ÔÇ£Saya sangat menghormati mereka dan mereka adalah klub besar, tetapi saya tidak peduli karena itulah yang saya inginkan,ÔÇØ sambung pelatih asal Portugal tersebut.
Laga kemudian berjalan sengit, terutama pada babak kedua ketika keputusan wasit Michael Salisbury mengesahkan gol kedua United memicu protes keras dari Gary Neville selaku komentator Sky Sports.
ÔÇ£Saya pikir itu benar-benar mengejutkan dalam segala hal. Ini konyol,ÔÇØ kata Neville di Sky Sports.
Neville menilai peninjauan video asisten wasit yang memakan waktu lama justru merusak jalannya permainan.
ÔÇ£VAR sudah cukup jelas, mereka mengatakan gol itu dianulir, dia melakukan handball dan membawa bola kembali ke permainan. Sejujurnya, saya tidak percaya dengan apa yang baru saja saya lihat. VAR memeriksanya selama tr├¬s menit dan kemudian wasit memeriksanya selama satu menit lagi. Mereka terlalu memikirkannya. Mereka telah membuat kekacauan di sana,ÔÇØ kritik Neville.
Kendati diwarnai protes, hasil ini melengkapi kegembiraan Bryan Mbeumo yang mencetak gol ketiga United sekaligus merasa puas atas keputusannya pindah dari Brentford awal musim ini.
ÔÇ£Tentu saja, ini seperti, sekali lagi, jawaban yang bagus untuk pilihan saya,ÔÇØ kata Mbeumo dalam wawancara eksklusif bersama media klub, United Review.
Mbeumo mengutarakan bahwa kunci adaptasi cepatnya di Carrington adalah kepercayaan mendalam terhadap arahan staf pelatih dan rekan setim.
ÔÇ£Ya, saya selalu mempercayai prosesnya, percaya pada rekan-rekan setim saya, percaya pada semua staf yang membawa saya ke sini dan sekarang, dari Michael Carrick,ÔÇØ tutur Mbeumo.
Pemain asal Kamerun itu merasa bangga atas capaian kolektif Setan Merah yang berhasil mengunci posisi tiga besar klasemen.
ÔÇ£Ya, saya sangat senang dengan apa yang telah kami capai dan kami sudah tidak sabar untuk melanjutkannya lagi,ÔÇØ kata Mbeumo menambahkan.
Melalui siniar Inside Carrington, Mbeumo juga menceritakan ambisi masa kecilnya yang selalu ingin bermain di turnamen kasta tertinggi Eropa.
ÔÇ£Saya benar-benar tak sabar,ÔÇØ katanya.
Mbeumo menegaskan bahwa motivasi terbesarnya sejak merintis karier dari divisi bawah adalah menjadi pemain terbaik.
ÔÇ£Saya selalu mengatakan pada diri sendiri bahwa saya ingin menjadi pemain terbaik di dunia, jadi bermain di kompetisi semacam ini benar-benar menjadi prioritas utama bagi saya,ÔÇØ aku Mbeumo.
Ia merefleksikan bahwa perjalanan karier yang tidak mudah justru membentuk ketahanan mentalnya saat membela klub sebesar United.
ÔÇ£I merasa sangat bangga pada diri sendiri, jelas karena ini tidak pernah mudah bagi saya,ÔÇØ jelasnya.
Mbeumo menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa rasa percaya diri dan kerja keras menjadi modal utamanya menyongsong masa depan di Old Trafford.
ÔÇ£[Saya] selalu harus bekerja keras, tetapi saya tidak pernah melupakan apa yang saya inginkan. Saya selalu percaya pada diri sendiri karena saya tahu saya juga memiliki kemampuan khusus. Saya selalu berusaha bekerja keras dan saya sangat senang dengan apa yang akan datang bagi saya.ÔÇØ ungkap Mbeumo.
Mbeumo juga memuji atmosfer luar biasa yang diberikan oleh para pendukung setia Setan Merah sepanjang musim kompetisi berlangsung.
ÔÇ£Tentu saja, diterima oleh fans adalah sesuatu yang selalu kamu inginkan,ÔÇØ ujarnya.
Mbeumo mengingat momen tendangan bebas Bruno Fernandes hingga aksi penyelamatan kiper lawan dalam laga derby sebagai bagian dari dinamika musim ini.
ÔÇ£Itu mungkin penyelamatan terbaik yang pernah saya lihat, saya yakin itu gol,ÔÇØ ujarnya.
Bagi Mbeumo, kepastian finis di zona Liga Champions merupakan pembuktian penting bagi performa seluruh elemen tim.
ÔÇ£Finis di tiga besar adalah pesan yang sangat bagus dan menunjukkan performa besar dari semua orang,ÔÇØ ungkapnya.
Sementara itu, kapten tim Bruno Fernandes mengakui bahwa dirinya memang mengincar rekor assist demi bersanding dengan para legenda kompetisi.
ÔÇ£Of course it's in my mind, I won't lie about that,ÔÇØ kata Fernandes kepada Gary Neville dalam wawancara di Sky Sports.
Gelandang asal Portugal tersebut menyatakan rasa bangganya bisa menyamai torehan para pengumpan terbaik dalam sejarah Liga Inggris.
ÔÇ£Itu wasn't in the beginning but now I'm one behind them [Henry and De Bruyne], I think about it,ÔÇØ lanjut Fernandes.
Fernandes menutup komentarnya dengan menegaskan rasa hormatnya kepada capaian bersejarah Kevin De Bruyne dan Thierry Henry.
ÔÇ£It's something that I think about because we are talking about Kevin and Thierry, they were two of the best players that the Premier League has seen in a long, long time. Having the chance to be up there with their names ÔÇö just for this category, let's not talk about the rest they have done in the Premier League ÔÇö is very good and I'm very proud of that,ÔÇØ pungkas Fernandes.