Aksi memukau dari Antoine Semenyo memastikan Manchester City mengangkat trofi Piala FA kedelapan mereka. Dalam pertandingan final yang digelar di Stadion Wembley pada Sabtu (16/5), The Citizens berhasil menumbangkan Chelsea dengan skor tipis 1-0, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Semenyo, penyerang sayap asal Ghana, memecah kebuntuan pada menit ke-72 melalui penyelesaian akhir yang spektakuler. Memanfaatkan umpan tarik Erling Haaland, pemain berusia 26 tahun itu melakukan back-flick tumit yang mengecoh kiper Chelsea, Robert Sanchez.
Gol tunggal ini sekaligus menjadi trofi kedua bagi Manchester City pada musim ini. Sebelumnya, skuad asuhan Pep Guardiola tersebut telah lebih dulu menjuarai Piala Liga (Carabao Cup) setelah mengalahkan Arsenal pada Maret lalu.
Pertandingan final ini awalnya berjalan alot lantaran Chelsea menumpuk banyak pemain di lini pertahanan. Manchester City mendominasi penguasaan bola, tetapi mereka kesulitan menembus barisan lima bek yang diterapkan oleh pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane.
Erling Haaland sempat mendapatkan peluang emas pada babak pertama. Sial bagi City, tendangan penyerang asal Norwegia tersebut masih bisa ditepis oleh Robert Sanchez.
Semenyo, yang lahir tidak jauh dari markas Chelsea di Stamford Bridge, akhirnya tampil sebagai pembeda. Gol tumitnya menempatkan nama Semenyo sejajar dengan deretan pencetak gol ikonik di final Piala FA seperti Steven Gerrard dan Michael Owen.
Kemenangan tipis ini sekaligus mengakhiri tren negatif Manchester City di kompetisi ini. Pada dua final Piala FA sebelumnya, The Citizens selalu menelan kekalahan saat menghadapi Crystal Palace dan Manchester United.
Berikut adalah rincian data dari pertandingan perebutan gelar juara tersebut:
| Statistik Pertandingan | Manchester City | Chelsea |
|---|---|---|
| 1 | 0 | A. Semenyo (72') |
| - | Stadion Wembley, London | Stadion Wembley, London |
Masa Depan Guardiola dan Keterpurukan Chelsea
Gelar juara kali ini merupakan trofi ke-20 bagi Pep Guardiola selama satu dekade kepemimpinannya di Manchester City. Meski sukses besar, spekulasi mengenai masa depan pelatih berusia 55 tahun itu terus bergulir mengingat kontraknya tersisa satu tahun lagi.
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang penderitaan Chelsea dalam kampanye musim yang penuh turbulensi. Tercecer di peringkat kesembilan klasemen liga dan tanpa kemenangan dalam tujuh laga terakhir, harapan The Blues untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan nyaris tertutup.
Sebelum laga dimulai, para penggemar Chelsea bahkan sempat melakukan aksi protes terhadap pemilik klub, BlueCo. Mereka menyuarakan desakan yang berbunyi, "Kami ingin Chelsea kami kembali."
Setelah laga ini, Manchester City langsung mengalihkan fokus mereka ke kompetisi Premier League. Mereka saat ini tertinggal lima poin dari Arsenal, tetapi memiliki peluang memangkas jarak menjadi dua poin jika berhasil mengalahkan Bournemouth pada laga Selasa mendatang.