Manchester City bersiap menghadapi Southampton dalam laga semifinal Piala FA 2025-2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Wembley, London, pada Sabtu (25/4/2026) pukul 23.15 WIB. Pertandingan ini menandai penampilan semifinal kedelapan berturut-turut bagi skuad asuhan Pep Guardiola di kompetisi tersebut.
Keputusan krusial diambil oleh Pep Guardiola terkait komposisi pemain di bawah mistar gawang, sebagaimana dilansir dari Bola. Pelatih asal Spanyol tersebut mengonfirmasi bahwa James Trafford akan diturunkan sebagai penjaga gawang utama untuk menghadapi tantangan Southampton.
Pemilihan Trafford didasari pada performa impresif sang pemain muda saat membawa The Citizens menjuarai EFL Cup, termasuk keberhasilannya menjaga gawang tetap bersih saat melawan Arsenal di partai final.
"Di Piala Carabao dia (Trafford) adalah figur utama, dan di Piala FA juga sama. Saya sangat senang dia bisa bermain," ujar Guardiola, Pelatih Manchester City.
Manajer City tersebut menegaskan pentingnya memiliki kedalaman skuat pada posisi penjaga gawang untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris.
"Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa klub-klub besar harus memiliki dua kiper hebat dan kami benar-benar memilikinya. James (Trafford) dan Gigio (Donnarumma) ada di sana," imbuh Guardiola, Pelatih Manchester City.
Selain sektor kiper, Guardiola memberikan kabar terbaru mengenai lini pertahanan timnya. John Stones dilaporkan sudah pulih dari cedera dan telah mengikuti sesi latihan secara rutin bersama tim utama.
Meski Stones sudah kembali, tim kepelatihan tetap memberikan kepercayaan kepada duet bek tengah Abdukodir Khusanov dan Marc Guehi yang dinilai tampil solid dalam beberapa pertandingan terakhir.
"Nathan (Ake) bermain luar biasa di final Piala Carabao dan sejak itu lima menit, sungguh tidak adil. Kedua bek tengah telah bermain luar biasa," ungkap Guardiola, Pelatih Manchester City.
Guardiola mengungkapkan rasa optimisnya terhadap kondisi fisik Stones, meski ia masih mempertimbangkan waktu yang tepat untuk mengintegrasikannya kembali ke susunan pemain inti.
"Yang penting adalah untuk beberapa minggu ke depan, dia sudah berlatih bersama kami dengan baik dan ini adalah kabar terbaik," kata Guardiola, Pelatih Manchester City.
Arsitek tim Manchester City itu juga memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Stones yang telah lama membela klub dan menganggapnya sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia saat berada dalam kondisi bugar.
"10 tahun bersama. Saya tidak ragu dengan John Stones," ungkap Guardiola, Pelatih Manchester City.
Guardiola berharap Stones segera mencapai level permainan terbaiknya agar dapat membantu tim di sisa musim yang krusial ini.
"Ketika dia bisa mencapai levelnya, dia adalah bek tengah top. Seperti musim lalu, ada banyak waktu di mana itu tidak mungkin. Dia adalah rekan setim yang hebat dan luar biasa dan kita akan lihat apa yang terjadi," imbuh Guardiola, Pelatih Manchester City.
Di kubu lawan, pelatih Southampton, Tonda Eckert, berambisi melanjutkan tren positif timnya sebagai pembunuh raksasa di Piala FA musim ini. Southampton melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Fulham di putaran kelima dan Arsenal di perempat final.
Eckert menepis anggapan bahwa perjalanan jauh timnya di kompetisi piala merupakan gangguan bagi fokus mereka di liga domestik.
"Saya pikir kami telah menulis ulang cerita itu selama beberapa minggu terakhir," kata Eckert, Pelatih Southampton.
Ia meyakini bahwa kesuksesan di Piala FA memberikan dampak psikologis yang positif bagi kepercayaan diri para pemainnya saat bertanding di Championship.
"Jelas sekali bahwa Piala FA juga membantu kami tampil di liga ÔÇô saya pikir memang begitu," ujar Eckert, Pelatih Southampton.
Bagi Eckert, kemampuan bersaing dengan klub-klub kasta tertinggi memberikan validasi atas kualitas staf dan pemain yang ada di Southampton saat ini.
"Tentu saja Anda akan menemukan kepercayaan diri dengan memenangkan pertandingan di Championship, tetapi Anda akan menemukan kepercayaan diri yang lebih besar jika Anda melihat bahwa Anda dapat bersaing dengan tim-tim di Premier League," kata Eckert, Pelatih Southampton.
Eckert menekankan bahwa semangat kompetitif ini telah meresap ke seluruh elemen klub menjelang laga besar di Wembley.
"I pikir itu sangat normal ÔÇô itu berlaku untuk para pemain, seperti halnya untuk staf dan semua orang yang bekerja di sekitar tim," imbuh Eckert, Pelatih Southampton.