Manchester City berhasil merebut posisi puncak klasemen Liga Inggris dari tangan Arsenal usai menundukkan Burnley di Stadion Turf Moor pada Kamis (23/4/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Erling Haaland menjadi pembeda dalam kemenangan krusial di kandang lawan tersebut.
Hasil ini membuat perolehan poin dan selisih gol antara Manchester City dengan Arsenal menjadi identik. Namun, dilansir dari Detik Sport, skuat asuhan Pep Guardiola berhak menduduki peringkat pertama karena memiliki keunggulan catatan pertemuan atau head-to-head.
Pergeseran posisi di klasemen ini memicu keyakinan bahwa The Citizens akan memenangi persaingan gelar juara saat kompetisi menyisakan lima pertandingan lagi. Mantan penggawa Manchester City, Micah Richards, menyoroti aspek mental yang dimiliki mantan klubnya tersebut.
"Jika Manchester City bisa memasuki pertandingan ini dan membuatnya imbang [dalam hal poin], saya yakin Manchester City akan memenangkan gelar juara karena faktor pertempuran psikologis, serta karena mereka memiliki sosok pemimpin dan pengalaman," kata Richards di BBC.
Richards menilai kepemimpinan pemain senior sangat berpengaruh dalam situasi tekanan tinggi seperti saat ini. Ia membandingkan kondisi skuad Arsenal yang saat ini diisi banyak talenta muda dengan pengalaman yang dimiliki oleh para pemain Manchester City.
"Ketika saya berada dalam persaingan gelar juara [melawan Manchester City di tahun 2012], saya harus mengandalkan para pemain top dalam skuad saya yang sudah pernah menang sebelumnya; saya bisa mengandalkan mereka. Saat saya melihat Arsenal, mereka punya bakat-bakat luar biasa, tapi kepada siapa mereka bisa berpaling ketika butuh bantuan untuk melewati situasi sulit seperti ini? Itulah yang tampaknya mampu dilakukan oleh Manchester City," tambah Richards.
Keunggulan psikologis ini didukung oleh catatan sejarah klub asal Manchester tersebut dalam beberapa musim terakhir. Manchester City tercatat pernah memenangi situasi persaingan gelar juara yang serupa melawan Arsenal pada musim 2022/2023 dan 2023/2024.