Manajer tim PSIM Yogyakarta, Dyaradzi Aufa Taruna atau Razzi Taruna, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari klub berjuluk Laskar Mataram pada Kamis (30/4/2026) malam. Keputusan ini diambil setelah masa bakti selama tiga tahun demi mengejar tantangan baru dalam karier profesionalnya.
Dilansir dari Kompas, pengunduran diri ini terjadi saat PSIM telah kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Selama kepemimpinannya, Razzi mencatatkan pencapaian signifikan, termasuk membawa tim menjuarai Liga 2 dan mengakhiri penantian promosi ke Liga 1 selama 18 tahun.
"Selama kurang lebih 3 tahun saya di sini, kita telah mencapai banyak momen bahagia bersama. Mulai dari juara liga 2/Kembali promosi ke liga 1 setelah 18 tahun penantian, dan sedikit lagi memastikan untuk bertahan di Super League di tahun pertama PSIM kembali di kasta tertinggi," tulis Razzi Taruna, Manajer PSIM Yogyakarta.
Pengunduran diri ini diwarnai dengan pemberian apresiasi khusus kepada Direktur Utama PSIM, Liana Tasno. Razzi menyebut Liana sebagai sosok pertama yang memberikan kepercayaan besar kepadanya untuk mengelola manajemen tim saat dirinya masih berusia 22 tahun.
Selain manajemen dan ofisial, Razzi turut menyampaikan pesan mendalam bagi kelompok suporter Brajamusti dan The Maident. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan yang diambilnya selama menjabat selalu didasarkan pada loyalitas dan kepentingan terbaik bagi klub asal Yogyakarta tersebut.
"Saya mohon maaf apabila selama saya di sini, masih ada kekurangan dan kesalahan yang saya perbuat. Percayalah, di atas semua ketidaksempurnaan itu, saya selalu perjuangkan, mati-matian dan kedepankan PSIM di atas segalanya," ungkap Razzi Taruna, Manajer PSIM Yogyakarta.
Razzi meyakini bahwa misinya untuk meninggalkan klub dalam kondisi yang lebih baik telah tercapai sesuai filosofi yang ia pegang. Menurutnya, fondasi struktural PSIM saat ini sudah cukup kuat untuk menghadapi kompetisi di masa depan tanpa kehadirannya lagi di jajaran manajemen.
"Pesan terakhir saya, untuk semua elemen yang ada di dalam klub, atau pun yang akan datang, jangan pernah sekalipun khianati PSIM. Karena cinta mereka sangat amat besar, dan mereka tidak akan pernah sekalipun meninggalkan kebanggaannya," pungkas Razzi Taruna, Manajer PSIM Yogyakarta.
Kabar perpisahan ini muncul bertepatan dengan hasil kurang memuaskan bagi PSIM pada pekan ke-30 kompetisi domestik. Bermain di Stadion Sultan Agung Bantul pada Kamis (30/4) petang, Laskar Mataram menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persita Tangerang saat bertindak sebagai tuan rumah.