Mengenal Kode Rahasia Nomor Pintu Bus PO ALS dan Makna Kepemilikannya

Mengenal Kode Rahasia Nomor Pintu Bus PO ALS dan Makna Kepemilikannya
Foto: Ilustrasi Mengenal Kode Rahasia Nomor Pintu Bus PO ALS dan Makna Kepemilikannya.

Bus Antar Lintas Sumatera atau yang akrab disapa PO ALS memiliki identitas visual yang sangat kuat dan berbeda dari perusahaan otobus kebanyakan. Selain dominasi warna hijau dan tumpukan barang di atap, setiap armada memiliki nomor seri khusus pada pintu penumpang.

Dilansir dari Otomotif, nomor yang tertera di pintu depan dan belakang tersebut bukan sekadar urutan manajemen biasa, melainkan sebuah identitas kepemilikan. Setiap angka menyimpan informasi mengenai siapa pemilik unit tersebut di dalam internal perusahaan.

Secara historis, PO ALS merupakan perusahaan yang dikelola oleh sebuah keluarga besar dengan banyak anggota pemilik modal. Penomoran ini awalnya diciptakan untuk mempermudah identifikasi unit milik anggota keluarga tertentu di bawah naungan manajemen yang sama.

Meskipun masih dipertahankan, sistem penomoran ini kini telah mengalami perkembangan seiring dengan terus bertambahnya jumlah armada. Sewan Delrizal Lubis, generasi ketiga dari salah satu pemilik PO ALS, menyebutkan bahwa saat ini angka tersebut cenderung lebih acak.

"Masih ada (nomor pintu), tapi ya sudah random juga kalau soal nomor pintu. Karena unitnya kan pada tambah, kalau dulu masih sedikit jadi nomor pintu jadi tanda kepemilikan," ujar Sewan.

Pada masa awal berdiri, satu keluarga biasanya hanya memegang satu angka ujung tertentu sebagai penanda utama. Sebagai contoh, angka dengan akhiran 9 dulunya merupakan identitas bagi keluarga Nursewan, yang mencakup nomor pintu seperti 19, 119, hingga 219.

Namun, perkembangan bisnis yang diteruskan oleh generasi anak dan cucu membuat variasi nomor menjadi lebih beragam. Penambahan trayek baru sejak awal berdirinya perusahaan juga menjadi faktor pendorong perubahan sistem penomoran tersebut.

"Sekarang sudah makin tambah-tambah ya, sudah banyak, random saja. Pemiliknya banyak, enggak mungkin dia pakai nomor itu-itu saja. Trayek juga kan banyak tambah sejak awal berdiri, makanya penomoran ya sudah macam-macam," kata Sewan.

Cara Membaca Kode Pintu

Keluarga Sewan sendiri saat ini tidak hanya memiliki armada dengan nomor ujung 9, tetapi juga mengoperasikan unit dengan akhiran 20, 63, dan 86. Meski terlihat berubah, prinsip dasar cara membaca nomor tersebut tetap tidak berganti.

Angka yang berada di posisi depan merupakan nomor urut unit yang berfungsi untuk membedakan satu bus dengan bus lainnya dalam operasional harian. Sementara itu, satu atau dua angka di bagian ujung tetap menjadi kode identitas bagi sang pemilik armada.

Walaupun sistem ini terlihat rumit dan acak bagi masyarakat umum, bagi internal keluarga besar PO ALS, nomor-nomor tersebut tetap menjadi identitas vital. Kode ini menjadi penanda jati diri armada di tengah ribuan kilometer jalur lintas yang mereka jelajahi setiap harinya.

Artikel terkait

Rekomendasi