Umat Muslim di Indonesia memperoleh asupan nutrisi protein hewani, zat besi, dan vitamin melalui pembagian daging kurban Idul Adha. Hari raya ini identik dengan pembagian daging sapi, kambing, atau domba segar yang sering kali menjadi hidangan utama selama beberapa hari.
Dikutip dari Suara, konsumsi daging kurban dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat dapat membawa berbagai efek bagi kesehatan tubuh. Masyarakat perlu membatasi porsi konsumsi serta mengombinasikannya dengan sayuran untuk menjaga kesehatan.
Daging kurban merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Kandungan nutrisi di dalamnya juga berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, daging merah seperti sapi dan kambing kaya akan zat besi heme yang mudah diserap tubuh sehingga bermanfaat bagi penderita anemia. Kandungan vitamin B12, zinc, dan selenium juga mendukung produksi sel darah merah, fungsi saraf, serta kesehatan tiroid.
Bagi masyarakat yang jarang mengonsumsi daging karena alasan ekonomi, momen Idul Adha menjadi kesempatan langka untuk mendapatkan asupan nutrisi berkualitas tinggi. Daging segar yang baru disembelih memiliki rasa lebih enak dan kandungan nutrisi lebih optimal dibandingkan daging beku.
Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Berlebihan
Makan terlalu banyak daging kurban dalam waktu singkat dapat menimbulkan masalah karena daging merah mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi.
Gangguan pencernaan seperti kembung, sembelit, atau diare juga sering terjadi karena perubahan pola makan yang mendadak dari makanan berserat tinggi menjadi dominan protein dan lemak. Risiko ini meningkat jika daging dimasak dengan cara kurang sehat, seperti digoreng berulang atau dibuat sate dengan banyak kecap dan minyak.
Terdapat pula risiko peningkatan asam urat karena kandungan purin yang tinggi dalam daging merah dapat memicu serangan nyeri sendi yang hebat. Konsumsi berlebihan ini juga membebani kerja ginjal dan hati dalam memproses protein.