Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, tampil gemilang menjadi pahlawan bagi Ajax Amsterdam. Aksi penyelamatannya berhasil menggagalkan dua tendangan penalti FC Utrecht sekaligus mengamankan tiket kompetisi Eropa.
Dilansir dari Media Indonesia, Ajax Amsterdam memastikan tempat di Liga Konferensi musim depan setelah membekuk FC Utrecht melalui drama adu penalti yang berakhir 4-3 pada final playoff Eredivisie di Stadion Kras, Volendam, Minggu (24/5) petang WIB. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 hingga babak tambahan waktu selesai.
Maarten Paes menjadi sosok kunci kemenangan De Godenzonen setelah memblok dua eksekusi penalti pemain Utrecht dalam babak tos-tosan. Sejak menit awal, kiper Indonesia ini sudah dipaksa bekerja keras membendung sundulan Sieber Horemans dan mengamankan sepakan mendatar Souffian El Karouani pada menit ketujuh.
Ajax kemudian gantian menekan lewat aksi Steven Berghuis serta Aaron Bouwman. Namun, performa kiper Utrecht Vasilis Barkas yang solid di bawah mistar gawang membuat peluang Bouwman dan Jorthy Mokio pada babak kedua hanya membentur mistar.
Kebuntuan baru pecah pada menit keenam babak pertama perpanjangan waktu melalui gol Davy Klaassen yang memanfaatkan situasi kemelut. Utrecht kemudian menyamakan kedudukan pada menit kedua babak tambahan kedua lewat tendangan keras Gjivai Zechiel yang gagal dihalau Paes.
Ketegangan sempat memuncak sebelum adu penalti dimulai karena eksekusi dilakukan tepat di depan tribun suporter Utrecht, yang memicu protes dari kapten Ajax.
"Ini tidak mungkin benar, kan? Serius, ini tidak adil. Kita bukan amatir, kan?" ujar Klaassen dikutip dari VoetbalPrimeur.
Pada momen krusial tersebut, Paes mementahkan tendangan penalti Sebastien Haller dan Souffiane El Karouani. Sementara itu, empat eksekutor Ajax berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna untuk menyegel kemenangan 4-3.
Pelatih Ajax, Oscar Garcia, menyatakan rasa puas atas pencapaian timnya yang sukses mengamankan tiket ke kompetisi Eropa untuk musim depan.
"Saya pikir kami memainkan dua pertandingan fantastis dan pantas bermain di Eropa musim depan," kata Garcia.
"Saya lega. Kami menginginkan Ajax bermain di Eropa. Ini penting bagi klub, para pemain, dan pemain yang ingin direkrut klub," lanjutnya.
García juga mengungkapkan keinginannya untuk tetap melatih Ajax pada musim depan, meskipun kepastian tersebut kini berada di tangan manajemen klub.
"Tugas saya untuk musim ini sudah selesai. Saya tidak tahu kapan kita akan membicarakan musim depan. Apa pun yang diputuskan klub, tidak masalah," ujar Garcia.
Meskipun berhasil lolos, sang juru taktik menegaskan bahwa Ajax masih membutuhkan perbaikan besar setelah melewati periode kompetisi yang penuh dengan dinamika.
"Musim seperti ini tidak normal; kita harus membalikkan keadaan. Saya pikir banyak hal di klub perlu diubah, tidak hanya di dalam skuad tetapi juga di luar skuad," pungkasnya.