Ajax berhasil mengamankan tiket untuk berkompetisi di panggung Eropa setelah menundukkan FC Utrecht dalam laga play-off Eredivisie yang diselesaikan melalui drama adu penalti. Seperti dilansir dari Suara, kemenangan ini mengantarkan klub raksasa Belanda tersebut menuju Conference League musim depan.
Penjaga gawang tim nasional Indonesia, Maarten Paes, menjadi sosok sentral penentu kemenangan. Dirinya tampil memukau dengan mementahkan dua tendangan penalti dari pemain lawan dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.
Sesaat setelah melakukan aksi penyelamatan krusial yang terakhir, Maarten Paes langsung mendekat untuk memeluk pelatih kiper. Sesaat kemudian, emosi sang penjaga gawang pecah hingga tampak menyeka air mata di tengah lapangan.
Perjalanan musim ini dirasa tidak mudah bagi sang kiper. Maarten Paes awalnya merapat ke Amsterdam dengan status sebagai penjaga gawang cadangan, sebelum akhirnya dipercaya mengawal gawang tim utama karena cederanya Vitezslav Jaros.
Suasana emosional pascapertandingan tidak hanya melanda Maarten Paes, namun juga dirasakan oleh pelatih interim Oscar Garcia serta kapten kesebelasan Davy Klaassen. Sang kapten mengakui bahwa periode kompetisi kali ini berjalan sangat berat bagi seluruh elemen tim.
ÔÇ£Musim ini benar-benar sangat berat,ÔÇØ kata Klaassen.
Dukungan dan cinta yang Anda rasakan untuk klub ini kalau bisa mengakhirinya seperti ini, maka cinta itu tetap ada, lanjutnya dengan suara bergetar.
Kendati demikian, luapan emosi yang diperlihatkan oleh kubu Ajax tidak lepas dari sorotan negatif. Kenneth Perez, seorang analis dari ESPN Belanda, melayangkan kritik tajam atas reaksi para pemain di lapangan.
ÔÇ£Mereka yang terlalu emosional seperti ini seharusnya tidak bermain untuk Ajax,ÔÇØ ujar Perez.
Hasil positif melawan FC Utrecht ini sekaligus menyelamatkan muka Ajax dari keterpurukan yang lebih dalam. Setelah sebelumnya hanya mampu menyelesaikan kompetisi Eredivisie di peringkat kelima, jalur play-off menjadi kesempatan terakhir mereka untuk tetap eksis di turnamen antarklub Eropa.