Persiapan matang diminta oleh pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente agar skuadnya tampil habis-habisan dalam setiap pertandingan putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang akan bergulir bulan depan, dilansir dari Media Indonesia.
La Furia Roja yang berada di Grup H dijadwalkan menghadapi Tanjung Verde pada 15 Juni di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, disusul laga melawan Arab Saudi enam hari kemudian, dan bersua Uruguay di Meksiko pada 27 Juni.
Satu kekuatan besar Spanyol bertumpu pada talenta muda setelah kesuksesan menjuarai Piala Eropa dua tahun lalu, di mana komposisi tim saat ini menyertakan delapan pemain asal klub Barcelona namun tanpa satu pun perwakilan dari Real Madrid.
"Memainkan setiap pertandingan seolah itu adalah laga terakhir kami, menghormati lawan, dan siap bersaing untuk meraih pencapaian tertinggi. Satu-satunya hal yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan mengikuti dengan sendirinya," kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Juru taktik berusia 64 tahun tersebut menilai armada mudanya masih memiliki potensi masif untuk dipoles, terutama lewat kolaborasi dengan jajaran penggawa senior yang mampu menghadirkan stabilitas permainan dalam tim.
"Masih ada banyak ruang untuk berkembang. Kami memiliki kelompok pemain yang sangat berbakat, tetapi banyak dari mereka masih sangat muda. Menggabungkan mereka dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman memberi kami stabilitas dan arah yang jelas," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Sektor penyerangan juara dunia edisi 2010 ini juga bakal bertumpu pada Lamine Yamal, bintang muda berumur 18 tahun yang mencatatkan performa impresif lewat torehan 24 gol dan 18 assist dari 45 laga bersama Barcelona musim ini.
"Dia masih sangat muda. Dia debut bersama kami pada usia 16 tahun. Sekarang dia berusia 18 tahun dan kami menanamkan prinsip-prinsip dasar sepak bola kepadanya," kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Sang pelatih menekankan pentingnya pembentukan karakter yang seimbang bagi penyerang muda itu, baik ketika beraksi di atas lapangan hijau maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Ini tentang mengajarkan nilai-nilai yang harus dia miliki, baik dalam sepak bola maupun kehidupan. Keduanya harus berjalan beriringan," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.