Kolektivitas tim menjadi fokus utama Timnas Spanyol dalam mempersiapkan skuad menjelang turnamen Piala Dunia 2026 demi menghindari egoisme pemain bintang. Langkah tersebut diambil oleh pelatih Spanyol untuk membangun fondasi internal yang kuat melalui kedekatan emosional jangka panjang antara pelatih dan para pemain, seperti dilansir dari Suara.
Nakhoda La Roja menilai status juara Eropa yang diraih sebelumnya merupakan hasil kerja sama tim yang solid. Pendekatan kebersamaan ini menjadi formula utama yang kembali disuntikkan ke dalam armada Spanyol demi menghadapi kompetisi global mendatang.
"Bagi saya, kata kuncinya adalah ÔÇ£timÔÇØ. Itu harus diutamakan di atas bakat individu, yang harus selalu melayani tim. Kolektif harus selalu didahulukan daripada individu. Itulah standar perilaku yang kami harapkan. Ini sangat krusial. Bakat individu saja tidak cukup untuk memenangkan kompetisi besar. Anda bisa memenangkan pertandingan, tetapi bukan turnamen. Grup ini telah ditanamkan dalam diri mereka bahwa kerja sama tim adalah salah satu kekuatan terbesar kami," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Komposisi skuad Spanyol saat ini memadukan energi pemain muda yang kompetitif dengan pengalaman para pilar senior. De la Fuente melihat adanya ruang perkembangan yang luas bagi pasukannya, sekaligus mengelola ekspektasi publik yang meninggi pasca-kemenangan di tingkat Eropa.
"Bahwa kami bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Masih banyak ruang untuk perbaikan. Kami memiliki sekelompok pemain yang sangat bakt, tetapi banyak dari mereka yang masih sangat muda. Memadukan mereka dengan figur-figur yang lebih berpengalaman dalam skuad telah memberikan stabilitas dan arah yang jelas. Turnamen sebesar ini, yang menampilkan tim-tim nasional yang kuat, merupakan peluang nyata untuk membangun semua yang telah kami capai sejauh ini. Namun kami juga akan menghadapi ekspektasi yang jauh lebih tinggi," tutur Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Faktor kedekatan emosional menjadi fondasi penting bagi skuad Spanyol karena sang pelatih telah mengawal perkembangan mayoritas pemain sejak level akademi usia dini. Hal ini membangun rasa saling percaya dan pemahaman yang mendalam di dalam grup.
"Sangat bangga. Hubungan saya dengan sekitar 90% skuad saat ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Saya bahkan sudah mengenal beberapa dari mereka sejak mereka berusia sepuluh atau 12 tahun. Saya telah menyaksikan setiap tahap perkembangan mereka dan kami tumbuh bersama. Ini melampaui hubungan normal antara pemain dan pelatih. Saya benar-benar berpikir itu salah satu kekuatan kami: kepercayaan dan pemahaman dalam kelompok memberi kami keyakinan untuk mendorong diri kami sejauh yang kami bisa. Ini sangat menenangkan," ungkap Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Manajemen tim juga memberikan perhatian khusus kepada penyerang muda berusia 18 tahun, Lamine Yamal. Pembinaan difokuskan pada kedewasaan mental agar sang pemain tetap membumi dan berkembang seimbang antara karier sepak bola serta kehidupan pribadi.
"Dia sangat muda. Dia melakukan debut bersama kami di usia 16 tahun. Dia sekarang 18 tahun dan kami menanamkan prinsip-prinsip dasar sepak bola dalam dirinya. Ini tentang mengajarinya nilai-nilai yang harus dia miliki dalam sepak bola dan kehidupan. Keduanya harus berjalan beriringan. Dia lapar untuk tumbuh dan berkembang dan dia menetapkan standar tinggi, terutama untuk dirinya sendiri. Kesediaan untuk belajar itu berarti dia sangat terbuka untuk menerima nasihat. Itu adalah resep sukses selama Anda bebas dari cedera," jelas Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Terkait peta persaingan di Piala Dunia, De la Fuente melihat kekuatan para kontestan kini jauh lebih merata. Kendati demikian, ia meminta para pemainnya tidak terbebani oleh status sebagai salah satu tim unggulan.
"Saya suka Anda mengatakan ÔÇ£salah satu kandidat unggulanÔÇØ. Ada persaingan yang sangat kuat dari para kontestan, tidak seperti apa pun yang saya ingat dari Piala Dunia baru-baru ini. Ada beberapa tim top yang semuanya memiliki pola pikir untuk menjadi juara. Itu tidak boleh membebani kami. Kerja keras kami dan performa tim yang hebat telah membawa kami sejauh ini. Semuanya berakar dari pendekatan yang telah kami lakukan," tambah Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Dalam aspek taktik, pengelolaan stres akibat kekalahan dan respek terhadap tim lawan menjadi poin yang selalu ditekankan oleh sang pelatih. Nilai-nilai profesionalisme dan kebersamaan tetap menjadi inti dari kerja sama di lapangan.
"Saya mencoba melepaskan tekanan dan menjaga kekalahan dalam perspektif. Anda dapat melakukan hampir semua hal dengan benar dan tetap kalah di level ini. Para pemain harus tetap tenang, bertanggung jawab, profesional, mendorong diri mereka sendiri dan penuh hormat, menunjukkan semangat tim dan kemurahan hati. Kami semua tentang nilai-nilai yang menjadi pusat kerja sama tim ÔÇô bermain untuk diri mereka sendiri dan untuk satu sama lain," papar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Misi besar pelatih berusia 64 tahun ini adalah mengembalikan rasa bangga masyarakat Spanyol terhadap tim nasional mereka melalui pendekatan humanis. Ia berharap generasi baru ini dapat menginspirasi seperti era kepemimpinan Vicente del Bosque.
"Saya pikir kami telah memenangkan hati generasi muda yang selama bertahun-tahun kehilangan rasa bangga terhadap tim nasional. Mengamankan gelar pertama kami sejak 2012 telah memungkinkan kami untuk terhubung kembali dengan para penggemar tersebut; hasil positif tentu membantu. Saya ingin kami diingat dengan cara yang sama seperti tim yang dilatih oleh idola saya Vicente del Bosque: sebagai generasi pesepak bola yang memahami tidak hanya apa artinya memainkan permainan, tetapi juga apa artinya menjadi manusia," tegas Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Komitmen penuh dan usaha keras menjadi tuntutan utama tim pelatih kepada seluruh elemen tim demi mencapai hasil terbaik di turnamen akbar tersebut.
"Bermain di setiap pertandingan seolah-olah itu adalah pertandingan terakhir kami, menghormati lawan kami dan siap bersaing untuk kehormatan tertinggi. Satu-satunya hal yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan datang dengan sendirinya," pungkas Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.
Timnas Spanyol dijadwalkan akan memulai perjuangan mereka di babak grup Piala Dunia 2026 melawan Cabo Verde di Atlanta.