Mantan penyerang Manchester United Louis Saha menyarankan Marcus Rashford untuk segera mencari klub baru daripada kembali ke Stadion Old Trafford setelah masa peminjamannya di Barcelona berakhir. Masa depan penyerang asal Inggris tersebut dilansir dari Bola menjadi tidak menentu menyusul keputusan Barcelona untuk mundur dari negosiasi kontrak permanen pada bursa transfer musim panas 2026.
Keputusan Barcelona tersebut dipicu oleh keengganan manajemen Setan Merah untuk menurunkan harga jual sang pemain. Rashford sebelumnya dipinjamkan ke raksasa Spanyol tersebut pada musim 2025-2026 sebagai upaya untuk menjaga peluang tampil di Piala Dunia 2026 setelah performanya menurun drastis di bawah asuhan Erik ten Hag dan Ruben Amorim.
Saha menilai hubungan antara Rashford dan klub asalnya sudah sangat sulit untuk diperbaiki kembali. Legenda asal Prancis tersebut memberikan pandangannya terkait situasi psikologis dan profesional yang dialami oleh sang penyerang saat ini.
"Saya rasa waktunya sudah berlalu," ujar Saha.
Penegasan Saha didasari pada komentar-komentar serta proses yang terjadi selama masa peminjaman yang dianggap tidak mendukung upaya rekonsiliasi. Ia berpendapat bahwa Rashford sebenarnya menunjukkan keinginan kuat untuk menetap di Spanyol berdasarkan kontribusi 13 gol dan 10 asis yang dicatatkan selama berseragam Blaugrana.
"Beberapa komentar, beberapa proses tersebut, menurut saya tidak membantu rekonsiliasi ini. Saya rasa berdasarkan performanya bersama Barcelona, dia menunjukkan bahwa dia juga ingin tetap di sana," kata Saha.
Situasi ini menempatkan opsi kembali ke Manchester United sebagai pilihan yang terpaksa bagi sang pemain. Saha memprediksi Rashford akan lebih memilih tawaran dari klub lain ketimbang harus bersaing kembali di lingkungan yang telah ia tinggalkan sebelumnya.
"Jadi, kembali ke sini akan seperti pilihan ketiga, bahkan bukan pilihan kedua, karena saya pikir dia akan mencoba pergi ke tempat lain," lanjut Saha.
Saha juga menyinggung kemungkinan Rashford merapat ke Aston Villa, klub yang pernah menaunginya sebagai pemain pinjaman sebelum pindah ke Barcelona. Meskipun lingkungan tim saat ini berbeda, ia meragukan kemungkinan sukses jika Rashford dipaksa kembali ke Manchester United.
"Menurut pendapat saya, mungkin saya salah, Tetapi berdasarkan apa yang terjadi, dia pergi ke Aston Villa, keinginan untuk meninggalkan klub mungkin terlalu besar untuk membuatnya kembali," imbuh Saha.
Faktor perubahan manajer dan peningkatan performa tim saat ini menurut Saha tidak menjadi jaminan Rashford bisa bersinar lagi di kota kelahirannya. Ia merasa ada hambatan yang sulit disatukan kembali antara visi pemain dan kebutuhan klub.
"Tentu saja, manajernya tidak sama. Lingkungannya mungkin juga tidak sama. Timnya bermain lebih bagus. Ada unsur kota kelahiran di sana, tetapi saya ragu bahwa semua bintang akan sejajar," pungkas Saha.
Statistik mencatat penurunan tajam Rashford dimulai pada musim 2023-2024 dengan hanya tujuh gol dari 33 laga. Tren negatif tersebut berlanjut pada musim 2024-2025 di bawah Ruben Amorim di mana ia hanya mencetak empat gol dalam 15 pertandingan sebelum akhirnya dipinjamkan ke Aston Villa dan kemudian ke Barcelona.