Liverpool dipastikan mengakhiri musim 2025/2026 tanpa raihan trofi setelah tersingkir dari babak perempat final Liga Champions oleh Paris Saint-Germain pada Rabu, 15 April 2026 dini hari WIB. Kekalahan 0-2 di Stadion Anfield tersebut membuat skuad asuhan The Reds takluk dengan agregat total 0-4.
Hasil minor di kandang sendiri dipicu oleh sepasang gol yang dicetak oleh pemain PSG, Ousmane Dembele. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, kegagalan ini menutup peluang terakhir bagi klub asal Merseyside tersebut untuk mengangkat piala pada musim ini.
Sorotan tajam kini mengarah pada strategi transfer klub, terutama setelah memecahkan rekor transfer Liga Inggris senilai 130 juta poundsterling untuk Alexander Isak. Penyerang asal Swedia itu didatangkan dari Newcastle United pada penutupan bursa transfer musim panas lalu dengan ekspektasi tinggi.
Namun, performa Isak dinilai jauh dari harapan akibat kendala kebugaran fisik yang berkepanjangan. Pemain berusia 26 tahun tersebut tercatat mengalami patah tulang fibula yang memaksanya menepi dari lapangan hijau dalam durasi yang cukup lama.
Data statistik menunjukkan bahwa Isak hanya mampu tampil sebanyak 19 kali di semua kompetisi musim ini. Dari total penampilan tersebut, mantan pemain Real Sociedad itu tercatat hanya menyumbangkan tiga gol untuk Liverpool.
Jurnalis ESPN, Julien Laurens, mengkritik langkah manajemen Liverpool yang lebih memilih mengeluarkan dana besar untuk penyerang dibandingkan memperkuat lini pertahanan. Menurutnya, keputusan tersebut telah mengacaukan keseimbangan komposisi skuad yang sudah ada sebelumnya.
"Perekrutan Alexander Isak yang terlambat mengacaukan segalanya bagi saya. Anda bisa saja mempertahankan Hugo Ekitike dan tidak menghabiskan 130 juta poundsterling untuk Isak, tetap mempertahankan Florian Wirtz, dan mungkin uang tersebut bisa dialokasikan untuk posisi lain," kata Laurens sebagaimana dikutip dari BBC.
Kritik tersebut juga menyoroti kegagalan klub mengamankan jasa bek tengah seperti Marc Guehi yang dianggap lebih dibutuhkan tim. Saat ini, Liverpool harus bersiap melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi kompetisi musim depan setelah nihil gelar tahun ini.