Manajemen Liverpool kini mulai mempertimbangkan opsi untuk memberhentikan Arne Slot dari posisi manajer. Keputusan drastis tersebut mengemuka setelah klub Merseyside itu mencatatkan rekor pertahanan terburuk di kompetisi kasta tertinggi, seperti dikutip dari Suara.
Gawang tim berjuluk The Reds tersebut telah kebobolan sebanyak 51 kali dalam satu musim menyusul kekalahan ke-19 yang diderita baru-baru ini. Hasil buruk ini memicu gelombang desakan dari pendukung serta pengamat yang menilai strategi tim tidak lagi memiliki arah taktis yang jelas.
Sebelum laga terakhir usai, internal petinggi klub sebenarnya sempat sepakat untuk mempertahankan juru taktik asal Belanda tersebut. Pemilik klub menilai ada beberapa faktor non-teknis eksternal di luar kendali pelatih yang membuat performa tim merosot tajam.
Beberapa faktor pelunak itu meliputi wafatnya Diogo Jota secara tragis, penurunan performa Mohamed Salah, hingga kekeliruan strategi transfer pada musim panas lalu. Namun, situasi di dalam stadion yang semakin tidak kondusif memaksa jajaran direksi untuk segera mengambil tindakan penyelamatan.
Jurnalis senior Graeme Bailey mengungkapkan bahwa situasi internal di kubu The Reds saat ini sedang mengalami keretakan terkait masa depan manajer.
"Edwards dan Hughes memiliki beberapa pemikiran dan pembicaraan serius yang harus dilakukan," jelas Graeme Bailey, dikutip dari football365.
"Situasi dengan Slot meningkat dengan cepat, dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa tidak semua orang di internal sepakat di belakang idenya bahwa dia harus bertahan," lanjutnya.
"Liverpool bukanlah klub yang bereaksi secara emosional atau impulsif, tetapi kepemilikan mutlak mengakui ini menjadi situasi yang sangat memprihatinkan," tambah Bailey.
"Saya diberitahu bahwa komentar Salah sangat memukul secara masif. Secara internal, sebenarnya ada banyak simpati terhadap apa yang dia katakan, dan orang-orang di klub memahami mengapa dia menyuarakan frustrasi tersebut."
Di tengah ketidakpastian posisi Slot, manajemen raksasa Inggris ini dilaporkan telah menetapkan sosok arsitek tim impian mereka. Nama pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, kini berada di urutan teratas sebagai kandidat kuat yang ingin segera didatangkan.
Peluang untuk mengamankan tanda tangan mantan pelatih Barcelona tersebut sekarang sedang dipantau secara ketat oleh tim pemandu bakat. Meskipun sang pelatih dikabarkan akan memperpanjang masa bakti di Prancis, Anfield siap langsung bergerak jika kesepakatan tersebut batal.
Juru taktik asal Spanyol tersebut dinilai sebagai figur paling ideal karena memiliki reputasi mumpuni dalam mengelola ruang ganti bertabur bintang. Keberhasilan Enrique mempersembahkan empat gelar domestik sekaligus dalam satu musim menjadi bukti kapasitas luar biasa yang dimilikinya saat ini.
Kehebatan sang mentor semakin diakui dunia setelah berhasil membawa raksasa Ligue 1 menembus partai puncak kompetisi antarklub Eropa. Prestasi masif itu bahkan diraih setelah klub kehilangan penyerang andalan utama mereka, Kylian Mbappe, yang hijrah ke Spanyol.
Kemunduran drastis yang dialami tim Merseyside musim ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam jagat sepak bola modern. Kegagalan mengadopsi skema permainan baru membuat strategi tim menjadi sangat mudah dibaca dan diantisipasi oleh pihak lawan.
Keputusan manajemen yang sempat mengabaikan kesempatan untuk merekrut Xabi Alonso sebelum sang pelatih memilih rival domestik kini disesali banyak pihak. Akibatnya, posisi juru strategi PSG kini menjadi pilihan paling diunggulkan untuk menggantikan posisi Slot.