Liverpool dijadwalkan menjamu Crystal Palace dalam laga pekan ke-34 Premier League 2025/2026 di Stadion Anfield pada Sabtu (25/4/2026) pukul 21.00 WIB. Pertandingan ini menjadi momentum krusial bagi tim tuan rumah untuk menjaga tren positif setelah meraih poin penuh pada dua laga sebelumnya.
Kemenangan berturut-turut melawan Fulham dan Everton membawa tim asuhan Arne Slot kini menempati peringkat kelima klasemen sementara. Dilansir dari Kompas, performa yang mulai menanjak ini diharapkan menjadi modal penting untuk mengamankan posisi di papan atas hingga akhir musim.
Manajer Liverpool, Arne Slot, menekankan pentingnya menjaga ritme permainan guna membangun fondasi yang kuat bagi masa depan tim. Penegasan ini muncul di tengah sorotan terhadap stabilitas performa The Reds yang sempat fluktuatif sepanjang musim berjalan.
"Setelah memenangkan dua pertandingan liga terakhir, tujuan kami sekarang adalah membangun performa seperti saat melawan Fulham dan Everton, sehingga kami bisa mengakhiri musim dengan baik," ucap pelatih Liverpool Arne Slot.
Slot mengakui bahwa hasil tersebut belum sepenuhnya memenuhi target yang dicanangkan klub pada awal musim. Namun, ia menilai capaian saat ini sebagai langkah maju untuk menciptakan momentum positif di periode mendatang.
"Ini bukan berarti jika kami mencapainya, berarti telah memiliki musim yang kami inginkan atau bahkan mendekati itu, tetapi ini memungkinkan kami mengambil yang nyata dan penting, serta jadi momentum untuk musim selanjutnya," kata pelatih asal Belanda tersebut.
Guna menghadapi Crystal Palace, Slot menuntut anak asuhnya untuk mempertahankan standar kerja keras yang mereka tunjukkan dalam laga derby sebelumnya. Menurutnya, aspek mental menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi sulit di lapangan.
"Agar hal ini terjadi, kita harus terus menunjukkan kualitas yang sama seperti yang kita tunjukkan dalam derby Merseyside akhir pekan lalu, kebersamaan, keteguhan hati, semangat tim, dan kemauan bekerja dan berjuang," tuturnya.
Pelatih tersebut juga mengingatkan bahwa kegigihan pemain harus tetap terjaga meskipun tim sedang berada dalam posisi yang tertekan secara taktis.
"Bahkan saat keadaan tampak tidak menguntungkan kita," katanya.
Di sisi lain, pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, datang ke Merseyside dengan membawa rasa optimisme tinggi. Glasner melihat adanya peningkatan kolektivitas dan peran kepemimpinan yang merata di dalam skuatnya saat ini.
"(Ada pemain-pemain), yang memirim tim di lapangan, tidak selalu hanya dengan penampilan individu mereka, tetapi juga dengan konsistensi mereka, seperti Ismaïla Sarr, seperti Tyrick Mitchell," ucapnya.
Juru taktik asal Austria tersebut memuji kontribusi para pemain pilar yang dinilainya mampu menjaga level permainan di setiap pekan kompetisi.
"Selalu menunjukkan standar yang sangat tinggi dan bagus, di setiap pertandingan," kata Glasner.
Glasner berpendapat bahwa konsistensi individu dalam tim sangat membantu dalam membangun rasa percaya diri antar pemain, terutama ketika ada personil yang sedang mengalami penurunan performa.
"Konsistensi ini membantu membangun kepercayaan diri, karena kita dapat mengandalkan mereka," katanya.
Ia menambahkan bahwa pola saling mendukung ini sudah menjadi identitas yang terbangun dalam internal tim The Eagles selama dua tahun terakhir.
"Jika mereka sedikit kesulitan, yang lain akan datang, dan kita dapat mengandalkan mereka. Hal ini telah terjadi dua tahun terakhir," kata pelatih asal Austria itu.