Lionel Messi kembali bersiap mengukir sejarah baru bersama Timnas Argentina dalam menyongsong Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Seperti dikutip dari Media Indonesia, sang megabintang tetap menjadi pusat orbit skuad Albiceleste meskipun kini telah menginjak usia 39 tahun.
Keputusan pemain julukan La Pulga itu untuk tetap mengomandani tim nasional menegaskan ambisinya yang belum padam. Walau telah merumput di Major League Soccer bersama Inter Miami sejak 2023, pengaruh Messi bagi negaranya dinilai tetap tidak tergantikan.
Penilaian terhadap Messi saat ini tidak lagi bertumpu pada kecepatan fisik yang eksposif. Berkaca dari pencapaiannya di Qatar, kapten Argentina ini telah mengubah cara bermainnya dengan fokus mengendalikan tempo dan ruang pertandingan.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, secara terbuka mengakui betapa vitalnya kehadiran sang kapten di dalam skuadnya.
"Tidak akan ada penerus Messi. Tidak akan ada," tegas Scaloni.
Dampak psikologis yang dibawa Messi di lapangan terbukti masif bagi kawan maupun lawan. Pada turnamen sebelumnya, ia tercatat membukukan performa signifikan bagi tim.
- Gol: 7
- Assist: 3
- Status: Pemain Terbaik Turnamen (Golden Ball)
Kematangan Kolektif Skuad Albiceleste
Timnas Argentina kini berkembang menjadi tim yang lebih kolektif dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada satu sosok tunggal. Keberadaan para pemain muda berbakat mampu menjaga level kompetitif tim tetap berada di papan atas.
Kemenangan telak 4-1 atas Brasil di laga kualifikasi tanpa kehadiran Messi menjadi bukti kemewahan skuad saat ini. Sang maestro kini bertindak sebagai katalisator yang muncul pada momen-momen krusial.
| Pilar Pendukung | Posisi | Peran Utama |
|---|---|---|
| Penyerang | Pressing & Finisir | Gelandang |
| Distribusi Bola | Bek Tengah | Komando Pertahanan |
Mengejar Rekor Sejarah di Kansas City
Kondisi kebugaran Messi sempat memicu kewaspadaan akibat cedera hamstring ringan yang dialaminya bersama Inter Miami baru-baru ini. Tim medis kini fokus memastikan sang kapten bugar sepenuhnya menjelang laga pembuka melawan Aljazair di Kansas City.
Kehadiran Messi di lapangan pada laga pembuka tersebut akan mencatatkan namanya sebagai pesepak bola pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda. Turnamen ini menjadi panggung pembuktian bagi sang legenda untuk mempertahankan trofi emas.